Kata Mensos Penjahat Seks Dimatikan Saja Libidonya

menghukum pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah dengan menghilangkan gairah seks nya.

Kata Mensos Penjahat Seks Dimatikan Saja Libidonya
Tribunnews.com
Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa meminta pelaku seksual dihukum dengan cara menghilangkan libidonya. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Soewidia Henaldi

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, untuk menghukum pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah dengan menghilangkan gairah seks nya.

"Mereka yang menjadi pelaku kekerasan seksual sudah seharusnya dimatikan syaraf libidonya," ujarnya usai menghadiri acara Penguatan Demokrasi dan Permberdayaan Perempuan di Kota Bogor, Jawa Barat,Jumat (9/10/2015).

Khofifah juga menjelaskan, yang dimaksud mematikan gairah seksualnya bukan dengan cara memotong alat vitalnya, melaikan ada cara lain seperti memberikan zat kimia tertentu atau melakukan operasi kecil pada syaraf libidonya.

"Saya sempat bertanya ke  dokter bahwa itu bukan operasi berat," katanya.

Hal ini dilakukan katanya, agar pelaku kejahatan seksual nantinya tidak akan melakukan kejahatan yang sama selepas keluar dari penjara.

Hukuman seperti ini sedianya akan memberikan efek jera kepada para pelaku kejahatan seksual.

"Kejahatan ini merupakan kejahatan berantai jadi harus ada pemberatan hukuman agar para pelaku jera," ujarnya.

Khofifah menilai, pelaku pemerkosaan di Singapura bisa dihukum 25 tahun penjara.

Sedangkan di Indonesia hanya enam atau tujuh bulan.

"Padahal, korban pemerkosaan mengalami trauma luar biasa," katanya.

Inces atau hubungan seks sedarah, salah satu contoh kasus kejahatan seksual berulang kali terjadi.

Kehajatan ini lebih sulit diketahui karena dianggap masalah keluarga.

Jika sudah memakan korban banyak, biasanya baru dilaporkan ke penegak hukum.

"Inces umumnya baru dilaporkan jika korban merasa kejadian itu sudah tidak bisa dimaklumi lagi. Ini memprihatinkan karena waktunya lama, korban sudah telanjur banyak," ujarnya.(*)

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved