TribunBogor/
Home »

Metro

Subsidi Pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA Dicabut, Siap-siap Bayar Listrik Lebih Mahal

Mulai Desember ini, kelompok pelanggan non subsidi (berdaya 1.300 VA-200 KVA) harus membayar listrik sebesar Rp 1.509,38 per kWh.

Subsidi Pelanggan 1.300 VA dan 2.200 VA Dicabut, Siap-siap Bayar Listrik Lebih Mahal
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Petugas PLN Distribusi Jakarta Raya, Area Bulungan, melakukan pemeriksaan tegangan pada alat pembatas dan pengukur di rumah pelanggan R1 900 VA (volt-ampere) di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (17/11/2015). Pemerintah memutuskan tetap memberikan subsidi listrik kepada semua pelanggan PLN dengan daya 450 VA. Sementara bagi pelanggan dengan daya 900 VA hanya akan diberikan kepada pelanggan yang benar-benar masuk kategori miskin. Anggaran subsidi listrik pada tahun 2015 sebesar Rp 66,15 triliun. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JAKARTA - Kelompok pelanggan listrik PT PLN berdaya 1.300 dan 2.200 volt ampere (VA) bakal mengeluarkan biaya lebih besar.

Mulai Desember 2015, dua kelompok ini tak lagi menikmati subsidi.

Dengan demikian tarif listrik untuk kedua golongan tersebut mengalami kenaikan.

Mengutip situs resmi PLN, mulai Desember ini, kelompok pelanggan non subsidi (berdaya 1.300 VA-200 KVA) harus membayar listrik sebesar Rp 1.509,38 per kWh. Walaupun tarif kelompok non subsidi ini memang lebih rendah dengan bulan November yang mencapai Rp 1.533 per kWh

Sebelum subsidi dihilangkan, pelanggan listrik 1.300 dan 2.200 VA hanya membayar Rp 1.352 per kWh.

Tak hanya itu, pelanggan listrik 1.300 dan 2.200 VA juga harus mengikuti penyesuaian tarif seperti kelompok pelanggan non subsidi lainnya.

Sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah mengumumkan akan mulai memberlakukan skema tarif penyesuaian (tariff adjustment).

Penyesuaian tarif itu berlaku bagi dua golongan, yakni pelanggan rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA pada Desember 2015.

Sebenarnya, penetapan tarif rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA ini harus sudah mengikuti tariff adjustment per 1 Januari 2015.

Namun, pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi dua golongan pelanggan tersebut.

Halaman
12
Editor: Vovo Susatio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help