Refleksi Akhir Tahun 2015, Lembaga Keadilan Ingatkan Janji Bima Arya

Ada beberapa kasus yang tak kunjung selesai

Refleksi Akhir Tahun 2015, Lembaga Keadilan Ingatkan Janji Bima Arya
TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti
Dialog Interaktif Refleksi Akhir Tahun 2015 Pemkot Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Vivi Febrianti

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Ketua Yayasan Satu Keadilan, Sugeng Teguh Santoso menyampaikan kritik dan saran kepada Wali Kota Bogor Bima Arya pada Dialog Interaktif Refleksi Akhir Tahun 2015 Pemkot Bogor.

Dia mengatakan, Bogor memiliki harapan besar terhadap wali kota yang muda, cerdas, punya semangat, dan anti korupsi.

Namun, di akhir Tahun 2015 ini, dirinya mengingatkan kembali janji-janji Wali Kota Bogor Bima Arya dalam penegakkan pelanggaran terhadap tata ruang.

"Contoh kasus yang tak kunjung selesai, di antaranya Hotel Amaroosa, Salak Tower, dan pengelolaan PKL, di mana tidak ada cover untuk perlindungan usaha kecilnya seperti apa" kata dia, di Bogor Green Room, Selasa (29/11/2015).

Dia juga menyarankan kepada Bima Arya agar tidak alergi terhadap kritik, dan harus bisa membangun komunikasi dengan semua pihak.

"Adakan ngawangkong dengan orang yang paling keras sekalipun. Tim Ahli Bangunan dan Gedung (TABG) kan isinya ahli semua, tapi perlu juga berkumpul bersama pemegang kepentingan yang lain," sarannya.


TribunnewsBogor.com/Vivi Febrianti

Dia juga mengatakan, yang menjadi masalah yakni di Kota Bogor, pada Tahun 2012, ada sekitar 3.000 perizinan bangunan yang dikeluarkan oleh wali kota sebelumnya.

"Dan saat ini, adalah saatnya Wali Kota Bogor Bima Arya untuk memenahinya. Yakni dengan sama-sama mencari solusi dengan semua pihak," tandasnya.

Kritikan juga disampaikan oleh Direktur Lekat, Abdul Fatah, yang mengatakan, pembangunan di Kota Bogor ini, tidak dibarengi dengan fasilitas lain.

"Taman jadi penampakan luar yang indah. Tapi pas masuk, masih banyak lorong-lorong yang gelap, kesehatan yang buruk, dan jalan-jalan yang rusak," kata dia.

Visi Besar Bima Arya dalam membangun Kota Bogor ini, kata dia, harus dibarengi dengan kinerja bawahannya, yakni para kepala dinas.

"Jadi, semangat itu jangan hanya tampak di Pak Bima Arya saja, harus tampak ke bawahnya juga," ujarnya.

Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Suut Amdani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help