TribunBogor/

Wow ! Kostum Buatan Mahasiswa IPB Ini Beratnya Sampai 25 Kg, Terinspirasi dari Kerajaan Sriwijaya

kostum yang dirancangnya terinspirasi dari Kerajaan Sriwijaya yang identik dengan warna emas.

Wow ! Kostum Buatan Mahasiswa IPB Ini Beratnya Sampai 25 Kg, Terinspirasi dari Kerajaan Sriwijaya
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Kostum rancangan mahasiwa IPB yang dipamerkan pada Parade Kostum Tradisional IPB 2016 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Parade kostum tradisional yang diadakan oleh BEM Fakultas Ekonomi dan Manjemen Institut Pertanian Bogor (IPB) di CFD Jalan Sudirman, Minggu (16/10/2016) menampilkan beragam kreasi desain kostum yang unik.

Kustum yang dipamerkan juga menunjukkan ciri khas dari daerah masing-masing peserta yang mengikuti parade.

Peserta parade kostum tersebut diikuti oleh sejumlah Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) dari IPB, diantaranya Kemala (Lampung), Ciremai (Cirebon Majalengka Kuningan), Imapeka (Pekalongan), Ikamusi (Sumatera Selatan), Permama (Maluku), dan KMHD (Bali).

Nia Fauzi (22), perancang kostum parade dari OMDA Ikamusi, Sumatera Selatan mengatakan, desain yang dibuat untuk kostum parade tersebut memiliki filosofi yang berbeda setiap daerahnya.

"Setiap daerah pasti mempunysi filosofi tersendiri dalam merancang kostumnya, begitu juga dengan kostum yang saya rancang," kata Nia kepada TribunnewsBogor.com.

Nia menjelaskan kostum yang dirancangnya terinspirasi dari Kerajaan Sriwijaya yang identik dengan warna emas.

"Untuk kostum Sumatera Selatan sendiri mengangkat beberapa budaya yang ada di Sumatera Selatan, seperti songket, rumah limas, dan pilis semacam mahkota," ujar Nia.

Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kostum parade, Nia mengaku mengahabiskan waktu selama empat hari.


TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika

"Saya dan rekan-rekan membuat kostum membutuhkan waktu empat hari, demi menghasilkan kostum yang dapat menarik perhatian," ujar Nia.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help