Lurah Sempur Getol Blusukan Naik Turun Tangga, Rena Da Frina : Ya Paling Betis Kaya Taleus Bogor

Meski harus beberapa kali mengelilingi kawasan Sempur dengan berjalan kaki dan menaiki anak tangga, namun ia tak pernah merasa letih.

Lurah Sempur Getol Blusukan Naik Turun Tangga, Rena Da Frina : Ya Paling Betis Kaya Taleus Bogor
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Lurah Sempur, Rena Da Frina saat mendampingi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengunjungi kawasan Kelurahan Sempur, Senin (17/10/2016) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Seakan tak ingin menyia-nyiakan jabatan barunya, Lurah Sempur, Rena Da Frina mengerahkan tenaga dan pikirannya untuk warganya.

Bahkan setiap hari ia pun sering naik turun tangga memantau wilayahnya yang berada di kawasan Sempur.

Menurutnya, dengan memantau langsung dan berinteraksi dengan warga, dia bisa tau apa yang di keluhkan warga.

"Dari awal saya sudah dipesankan oleh pak Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota, jadi sebagai lurah saya 80 persen harus turun ke lapangan 20 persen di kantor," ujarnya selepas mengantar Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi warga Sempur, Senin (18/10/2016).

Ia pun mengatakan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Diantaranya adalah kawasan parkir, PKL dan keamanan.

"Banyak PR saya dan banyak yg harus di koordinasikan ke dinas terkait untuk terus menata kawasan Sempur," ujarnya.

Meski harus beberapa kali mengelilingi kawasan Sempur dengan berjalan kaki dan menaiki anak tangga, namun ia tak pernah merasa letih.

Menurutnya segala sesuatu yang dikerjakan secara Ikhlas akan terasa menyenangkan.


TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

"Jadi dengan kita turun kita banyak kenal dengan masyarakat insya Allah kita tau permasalahannya, capek sih enggak, ya kita ikhlas aja silaturahmi sama warga, jadi kita enggak akan terasa capek, ya paling betis nanti kaya tales Bogor," ujarnya sembari menebar candaan.

Selain sering mengunjungi Warga, Rena pun membuat Pojok Asi dan tempat bermain anak.

"Ya naluri seorang ibu ya, jadi saya buat itu sebagai pelayanan fasilitas untuk warga yang menyusui atau yang bawa anak, jadi mereka juga nyaman untuk mengajukan pelayanan ke kelurahan," jelasnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help