TribunBogor/
Home »

Metro

Ojek Online Dianggap Penyebab Menurunnya Penghasilan, Sopir Angkot Mesti Belajar Dari Tukang Becak

Keberadaan ojek dan taksi online ini sama sekali tak membuat penghasilan pria berusia 48 tahun itu kehilangan pelanggan.

Ojek Online Dianggap Penyebab Menurunnya Penghasilan, Sopir Angkot Mesti Belajar Dari Tukang Becak
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tukang Becak di Kota Bogor, Sarif 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH -- Filosofi tukang becak yang satu ini bisa membuat suasana persoalan antara sopir angkot dengan ojek online bisa adem.

Sejumlah trayek di Kota Bogor hari ini melakukan aksi mogok.

Mereka protes atas keberadaan ojek online yang dianggap membuat penghasilan mereka berkurang.

Meski demikian, tukang becak, Sarif tak merasa hal serupa seperti yang dirasakan sopir angkot.

Keberadaan ojek dan taksi online ini sama sekali tak membuat penghasilan pria berusia 48 tahun itu kehilangan pelanggan.

"Semakin kesini kan semakin maju, jadi ya menerima saja, sama-sama mencari nafkah, mereka punya keluarga saya juga punya keluarga, mencari uangkan hak setiap orang, yang penting halal," tuturnya.

Tukang becak di Kota Bogor
Tukang becak di Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Sarif yang menjadi tukang becak sejak satu tahun itu berkata, setiap harinya dia bisa meraup keuntungan minimal Rp 30 ribu.

"Kalau lagi ramai bisa sampai Rp 60 ribu, Alhamdulillah masih ada penghasilan," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Tranaportasi yang juga Dosen di Universitas Pakuan, Budi Arif mengatakan bahwa perkembangan dan perubahan transportasi adalah hal yang wajar.

Namun harus dibarengi dengan regulasi dan sistem yang baik.

Pengamat Transportasi, Budi Arif
Pengamat Transportasi, Budi Arif (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Jaman dulu sebelum ada transportasi warga terbiasa berjalan kaki untuk menuju suatu tempat, kemudian masuk kepada alat transportasi menggunakan tenaga hewan, lalu muncul tranportasi dengan di kayuh, sepeda, becak, dan lainnya, nah lalu muncul transportasi menggunakan tenaga mesin, hingga akhirnya kini muncul transportasi online," ujarnya.

Namun Budi memambahkan agar perkembangan dan kemajuan tranaportasi bisa tertata rapi harus ada kesadaran untuk sama-sama tertib dalam berlalu lintas, mematuhi aturan yang ada.

"Kita lihat saja, satu diatara ciri dari negara maju adalah sistem transportasinya yang tertata dengan baik dan tertib dengan aturan dan sistem yang baik di dalamnya," turur Budi.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help