Home »

Metro

Angkot Mogok

Puluhan Sopir Angkot Geruduk Kantor Wali Kota, Tuntut Ojek Online Dihapuskan

Pihaknya sangat berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk bisa segera menyelesaikan persoalan itu.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Puluhan sopir angkot geruduk Kantor Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Selasa (21/3/2017) siang.

Kepada Bima Arya, puluhan sopir angkot menyampaikan keluhanya terkait keberadaan ojek online.

Menurut salah seorang sopir, Saepuloh (52) dirinya beserta para sopir angkot di Kota Bogor ingin ojek online dilarang beroperasi di Kota Bogor.

"Kami selalu membayar Jasa Raharja, bayar KIR, beda dengan ojek online, mereka paling hanya bayar pajak tahunan, jujur kami ingin ojek online dihapuskan," ungkapnya kepada Bima.

Baca: Diangkut Pakai Truk Satpol PP Puluhan Siswa SMP Gembira Sambil Dadah-dadah

Selain itu, kata dia, keberadaan ojek online saat ini sangat memengaruhi penghasilan para sopir angkot.

Pasalnya, sejak beroperasinya ojek online di Kota Bogor, para sopir angkot merasa dirugikan.

Baca: Angkot Trayek Babakan Madang-Citeureup Tak Ikut Aksi Mogok

"Ojek online punya tarif yang murah, menjatuhkan dan membuat kami para sopir angkot rugi," jelasnya.

Saepuloh meminta, jika ojek online tetap beroperasi, kendaraan yang digunakan harus berpelar nomor kuning.

"Mereka harusnya pakai pelat nomor kuning, kemudian dari yang saya dan teman-teman saya lihat, di Kota Bogor itu bukan hanya pelat nomor F saja yang narik ojek online, tapi pelat B juga banyak," tuturnya.

Pihaknya sangat berharap kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk bisa segera menyelesaikan persoalan itu.

"Kami sangat berharap kepada pak Wali dan jajaran lainnya untuk bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini, karena ojek online ini sudah merugikan sopir angkot," tukasnya.(*)

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help