TribunBogor/

Berburu Kuliner Khas Bogor di Pasar Devris, Buka Sampai Tengah Malam

Lokasinya strategis karena berada di pusat Kota dan dekat Stasiun Bogor diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para pecinta kuliner.

Berburu Kuliner Khas Bogor di Pasar Devris, Buka Sampai Tengah Malam
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Sentra kuliner di Pasar Devris 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Bingung mencari lokasi kuliner khas Bogor?

Kali ini untuk Anda para pemburu destinasi kuliner tak perlu bingung untuk mencari wisata kuliner khas Bogor.

Karena di Kota Bogor ada sebuah pusat kuliner khas Bogor baru saja di resmikan.

Pasar Devris yang dahulu terkenal sebagai sentra batu akik kini bertambah fungsi sebagai pusat kuliner khas Kota Bogor.

Lokasinya strategis karena berada di pusat Kota dan dekat Stasiun Bogor diharapkan bisa dimanfaatkan oleh para pecinta kuliner.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor, Andi Latief mengatakan hadirnya pasar tematik tersebut sebagai jawaban kepada masyatakat.

"Jadi pasar Tematik ini letaknya strategis, setiap hari banyak mahasiswa, wisatawan ataupun karyawan yang berkunjung ke kawasan sini, nah jika mereka lapar atau haus bisa mampir kesini karena disini buka sampai pukul 24.00 WIB," ujarnya, Sabtu (8/4/2017).

Sementara itu, Kepala bagian usaha dan jasa PD PPJ, Rizal Utami mengatakan, bahwa penambahan fungai pasar Devris menjadi pasar kuliner untuk memajukan pasar devris dan untuk meningkatkan pendapatan di pasar itu.

"Selama ini pasar Devris dikenal sebagai pasar pusat batu akik, tapi karena ada potensi di kuliner, maka untuk meningkatkan dan memajukan pasar itu, dibuatlah pasar kuliner," katanya.

Saat ini di pasar Devris ada 8 stand batu akik dan 20 stand kuliner.

Semua tand kuliner menjual makanan makanan khas Bogor seperti, Soto Bogor, Doclang, Toge Goreng, Soto Kuning, Laksa.

"Setiap satu stand untuk tiga bulan pertama biaya sewanya hanya Rp 1 juta, dan kedepannya akan diatur dengan sistem musyawarah antara pedagang dengan PD PPJ," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help