TribunBogor/
Home »

Bogor

Warga Bangun Jembatan Darurat dari Bambu Paska Ambruknya Jembatan Cipamingkis

Dengan adanya jembatan tersebut, warga bisa terbantu untuk beraktivitas tanpa harus memutar jauh.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Raymas Putro

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, JONGGOL - Paska ambruknya jembatan Cipamingkis, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, warga kompak membuat jembatan darurat.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Minggu (16/4/2017) Jembatan tersebut hanya teebuat dari potongan bambu dan hanya bisa dilintasi orang dan sepeda motor saja.

Jarka antara jembatan dengan permukaan sungai cukup dekat, kurang dari 1 meter.

Para pengendar motor yang ingin melintas pun harus sabar bergantian.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Jonggol dan Bendungan menuju wilayah Kecamatan Cariu.

Dengan adanya jembatan tersebut, warga bisa terbantu untuk beraktivitas tanpa harus memutar jauh.

Sebab, Jembatan ini merupakan satu-satunya akses tercepat untuk melakukan berbagai aktivitas.

"Semula warga harus memutar melalui Cibarusah atau Sukamakmur dan memakan waktu hampir 90 menit, dengan adanya jembatan darurat membantu aktivitas warga," kata Heri (55), seorang warga Desa Bendungan kepada TribunnewsBogor.com.

jembatan darurat
jembatan darurat (TribunnewsBogor.com/ Raymas Putro)

Sementara, warga Desa Jonggol, Acep (51) mengatakan jembatan darurat ini penting bagi warga meski bersifat sementara.

"Setidaknya warga bisa beraktivitas kembali meski tak seleluasa saat jembatan permanen masih bisa dilewati," tuturnya.

Jembatan tersebut dibuat oleh warga dari Desa Bendungan dan Desa Jonggol dibantu juga oleh anggota TNI dan polisi.

Karena jarak jembatan dan permukaan sungai cukup dekat, maka jembatan tersebut tak bisa digunakan saat hujan deras.

“Kalau sungainya tidak banjir, jembatan bisa dilintasi. Kalau sungainya sedang banjir, berbahaya, kalau pas banjir jembatannya kita angkat dulu," ungkap Acep.

Selain itu, untuk melewati jembatan ini pengendara dimintai uang seikhlasnya untuk bantuan pemeliharaan jembatan.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help