Home »

Metro

PKL di Pasar Bogor Keukeuh Ogah Direlokasi ke Dalam Gedung Meski Gratis Biawa Sewa

Menurutnya, masyarakat cenderung lebih memilih belanja di luar area gedung pasar ketimbang di dalam

PKL di Pasar Bogor Keukeuh Ogah Direlokasi ke Dalam Gedung Meski Gratis Biawa Sewa
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
PKL di Pasar Bogor keukeuh ogah direlokasi ke dalam gedung 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Pasar Bogor ogah direlokasi ke dalam Gedung Pasar Bogor.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa para PKL di Jalan Roda direncanakan akan dipindahkan ke kios-kios kosong di Gedung Pasar Bogor.

Namun rencana tersebut ternyata tidak disetujui sejumlah PKL.

Mereka beranggapan bila lapak jualannya dipindah ke dalam gedung, maka tidak menutup kemungkinan pendapatannya akan menurun.

Seperti apa yang telah diungkapkan seorang pedagang daging ayam, Basri (38).

Menurutnya, masyarakat cenderung lebih memilih belanja di luar area gedung pasar ketimbang di dalam.

"Nanti kalau pindah ke dalam gedung, orang-orang pada ga mau masuk, berkurang deh pelanggannya, sekarang aja kalau dilihat di dalam itu sepi," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (18/4/2017).

Selain itu, kata dia, apabila rencana relokasi itu benar direalisasikan, maka dirinya beserta PKL lainnya harus membayar sewa kios setiap bulannya.

"Pasti mahal, belum tentu nanti yang beli rame, jadi nanti malah rugi," terangnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa ia tetap tidak mau direlokasi sekalipun dirinya beserta PKL lainnya dibebaskan biaya sewa kios.

"Tetap aja ga mau gratis juga, kecuali semuanya kompak pindah ke dalam," jelasnya.

Disinggung mengenai persaingan PKL di luar gedung pasar dengan pedagang kios di dalam gedung, dirinya tak menampik bahwa PKL di luar memang lebih diminati pembeli.

"Ya mungkin karena lokasinya kuga strategis tidak harus masuk ke dalam gedung, lagi pula rezeki sudah ada yang mengatur," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help