Home »

Bogor

Perbup Dibuatkan Juklak, Berhenti di Bahu Jalan Ojek Online di Kabupaten Bogor Diberi Sanksi

tidak boleh menaikkan penumpang di terminal, tidak boleh berhenti di bahu jalan ataupun badan jalan.

Perbup Dibuatkan Juklak, Berhenti di Bahu Jalan Ojek Online di Kabupaten Bogor Diberi Sanksi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Kepala Bidang Terminal pada Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor saat ini tengah meramu konsep juklak juknis untuk menyelaraskan aturan keberadaan ojek online di Bumi Tegar Beriman.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kabupaten Bogor, Dudi Rukmayadi menjelaskan, peraturan bupati (perbup) nomor 27 tahun 2017 tentang angkutan orang dengan sepeda motor saat ini sedang dibuatkan Juklak dan Juknisnya.

Konsep itu membuat aturan yang sudah dibuat bisa dijalankan sesuai fungsinya.

“Juklak dan Juknisnya masih dibuat untuk mengatur ojek online yang lebih detail,” ujarnya pada Jumat (21/4/2017).

Menurutnya, di dalam juklak dan juknis akan memuat tata cara peneguran menggunakan surat yang dikeluarkan langsung oleh Dinas Perhubungan.

Tak hanya itu, sambung Dudi, klausal dalam perbup yang saat ini sudah disahkan juga mencantumkan nota kesepakatan antara ojek online dengan angkutan konvensional, seperti tidak boleh menaikkan penumpang di terminal, tidak boleh berhenti di bahu jalan.

“Nantinya kami itu berhak menegur jika masih ada ojek online yang melanggar aturan itu, sanksi yang diberikan berupa administrasi," kata dia.

Dudi menegaskan, surat teguran yang diberikan kepada ojek online ini tidak diberikan kepada perseorangan.

Namun, surat yang langsung di keluarkan oleh Dinas Perhubungan Kabuapten Bogor itu dilayangkan kepada penyedia jasa angkutan berbasis aplikasi.

Pihaknya juga berencana mengundang para pimpinan perusahaan angkutan berbasis aplikasi itu untuk meminta data detail jumlah kendaraan ojek online yang beroperasi di wilayah Kabupaten Bogor.

Terkait adanya pelarangan ojek online yang berplat nomor luar daerah dilarang beroperasi di Bogor, sambungnya, hal itu dilakukan agar ada keseimbangan antara angkutan online dan angkutan konvensional yang berplat daerah.

"Ojek online dari luar daerah tetap boleh masuk Bogor, tapi hanya sebatas mengatarkan saja dan tidak boleh mengambil penumpang," tukasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help