Home »

Metro

Talud yang Diduga Dikorupsi Direktur Hanya Bertahan 1 Tahun, Rumah Warga Sampai Hancur

Kini dua direktur utama di perusahaan kontruksi, JM dan BR menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri Bogor di Lapas Kelas 1A Paledang, Kota Bogor

Talud yang Diduga Dikorupsi Direktur Hanya Bertahan 1 Tahun, Rumah Warga Sampai Hancur
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tersangka korupsi pembangunan talud di Kampung Muara, Kelurahan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor, JM saat dibawa dari Kejaksaan Negeri Kota Bogor ke Lapas Paledang, Jumat (21/4/2017) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Dikorupsi hingga Rp 2,4 miliar, talud di Kampung Muara, Keluarahan Pasir Jaya, Bogor Barat, Kota Bogor hanya bertahan satu tahun.

Talud yang dibangun dari anggaran Kementrian Pekerjaan Umum tahun anggaran 2015 itu dikorupsi oleh perusahaan yang menjadi rekanan pelaksana.

Kini dua direktur utama di perusahaan kontruksi, JM dan BR menjadi tahanan titipan Kejaksaan Negeri Bogor di Lapas Kelas 1A Paledang, Kota Bogor.

Menurut Ketua RT 6/8 Kampung Muara, Yunus, dinding pembatas tanah atau talud itu sudah membuat rumah warga hancur.

"Ada dua titik yang jebol, satu ambruk menutup jalan dan yang kedua menimpa dapur rumah warga April 2016 lalu, dan sampai kini belum diperbaiki," katanya Jumat (21/4/2017).

Taludi Kampung Muara, Kelurahaan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor
Taludi Kampung Muara, Kelurahaan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Tak sekadar itu saja, menurut Yunus, baru beberapa bulan dibangun talud itu juga retak di banyak bagian.

Sementara Meidiawaiti warga sekitar mengatakan sebelum pembangunan talud tersebut tanah didaerahnya belum pernah mengalami longsoran.

Kondisi itu dikarenakan adanya pepohonan yang tumbuh di atas tebing.

Talud di Kampung Muara, Pasir jaya, Kecamatan Bogor Barat
Talud di Kampung Muara, Pasir jaya, Kecamatan Bogor Barat (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Sebelum pembangunan talud memang dikhawatirkan longsor karena kondisi tanahnya bertebing makanya mungkin di bangun talud, tapi sebelum talud berdiri Alhamdulillah belum ada longsoran," katanya

Kini kondisi bekas talud yang jebol itu pun belum diperbaiki dan hanya ditutup menggunakan terpal.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help