TribunBogor/
Home »

Metro

Sejak SMP Suka Barang Antik, Patung Berusia 300 Tahun Koleksi Pria Ini Pernah Ditawar Rp 1 Miliar

Benda itu berbentuk patung, Ali bertutur bahwa benda tersebut merupakan peninggalan Belanda.

Sejak SMP Suka Barang Antik, Patung Berusia 300 Tahun Koleksi Pria Ini Pernah Ditawar Rp 1 Miliar
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Pedagang barang antik di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Muhamad Ali Mukti 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Unik belum tentu antik, begitulah yang diucapkan oleh pedagang barang antik di Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Muhamad Ali Mukti saat menceritakan awal mula dirinya mengenal barang peninggalan.

Tak ayal, menurut pengakuan pria berusia 83 tahun ini, satu dari ratusan koleksinya pernah ditawar seharga Rp 1 miliar.

Benda itu berbentuk patung, Ali bertutur bahwa benda tersebut merupakan peninggalan Belanda.

Ali memperkirakan patung yang menjadi koleksinya itu sudah berusia 300 tahun.

"saya dulu dapat dari kolektor, terus ada yang nawar dari Rp 500 juta sampai Rp 1 Miliar, tapi enggak saya lepas karena memang antik," katanya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (8/5/2017).

Sejak usia 15 tahun Ali memang sudah menggemari barang-barang tersebut.

Tidak haya sekedar mengumpulkan,  barang-barang itu pun kadang diprbaiki hingga menjadi kembali bagus

"Dari kecil saya sudah suka, dulu itu waktu masih 15 tahun kalau ada barang lama atau barang bekas yang tidak dipakai lagi saya kumpulin saya bersihin kalau masih bisa diperbaiki saya perbaik," ujarnya, Senin (8/5/2017).

Kini puluhan koleksi barang antik itu pun memenuhi rumahnya, mulai dari jam antik, piring antik, sepeda antik, dan patung antik.

"Unik belum tentu antik, tapi kalau barang antik sudah pasti unik, seperti barang-barang yang ada pada masa kini itu unik, tapi tidak antik," ujarnya.

Ali menjelaskan bahwa barang antik bisa dilihat dari stempel asli ataupun tahun pembuatanya.

Karena menurutnya barang antik itu barang yang sudah tidak lagi diproduksi di pabrik.

"Kalau antik itu dilihat dari usianya, kalau setiap barang antik sudah pasti sudah tidak lagi di produksi dan sudah tidak lagi ada ditoko atau dipasaran,"katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help