TribunBogor/
Home »

Metro

Sekolah Ini Tolak Peraih Medali Emas Kejuaraan Nasional Taekwondo, Orang Tua Kebingungan

Bukan tanpa sebab, pendaftaran lewat jalur prestasi yang diajukannya ditolak karena satu alasan yang terbilang janggal.

Sekolah Ini Tolak Peraih Medali Emas Kejuaraan Nasional Taekwondo, Orang Tua Kebingungan
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Medali yang sudah didapat oleh anak DS 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Persyaratan yang diajukan oleh salah satu sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kota Bogor membuat orangtua ini kelimpungan.

Bukan tanpa sebab, pendaftaran lewat jalur prestasi yang diajukannya ditolak karena satu alasan yang terbilang janggal.

Menurut orang tua, DS, dirinya diminta untuk merubah keterangan pada sertifikat yang didapat sang anak dari kejuaran taekwondo tingkat nasional.

"Saya bawa persyaratannya seperti sertifikat asli dan legalisir, tapi karena di sertifikat ditulis bahwa puteri saya berhasil mendapatkan emas pada kejuaraan tingkat nasional yang diadakan oleh KONI pihak sekolah tidak bisa menerima, pihak sekolah malah menyuruh merubah sertifikat menjadi juara satu atau minta keterangan dari KONI bahwa anak saya juara satu," ujarnya.

Menurut DS anaknya memang mendapatkan juara satu pada pertandingan Taekwondo tesebut.

Namun pada sertifkat juaranya tersebut ditulis bahwa siswa memenangkan juara mendali emas

"Pertandingan ini sudah berlalu, jadi gak mungkin kalau dirubah,  anak saya juara satu mendapatkan medali emas, nah tapi pihak sekolah tidak percaya malah menyuruh merubah sertifikat resmi," ucapnya.

DS mengatakan bahwa bukan saja anaknya yang mendapat perlakuan seperti itu, beberapa orangtua murid yang akan mendaftar melalui jalur prestasi pun mendapatkan perlakuan sama.

Padahal puteri DS sudah 24 kali menjuarai kejuaraan Taekwondo baik tingkat kota, provinsi ataupun nasional.

Bukan hanya dibidang Taekwondo, di bidang akademik pun san puteri beberapa kali mendapat piala karena berhasil mendapat peringkat satu di sekolahnya.

"Iya bukan hanya prestasi non fomal, tapi di bidang akademik pun berprestasi, saya sebenarnya hanya ingin tau saja, bagaimana peratuan dan mekanisme yang baku, jangan sampai aturan tidak rasional dan sulit dipahami ini terulang kembali ke orangtua yang lainnya," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help