TribunBogor/

Ditetapkan Tersangka, Firza Husein Tak Ditahan

Argo menjelaskan, Firza tidak ditahan lantaran pertimbangan subyektifitas penyidik.

Ditetapkan Tersangka, Firza Husein Tak Ditahan
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Firza Husein beserta pengacara Aziz Yanuar (kiri) tiba di Krimsus, Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017). Firza terbelit kasus konten pornografi dalam percakapan via WhatsApp yang diduga melibatkan dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Polda Metro Jaya memutuskan tak melakukan penahanan terhadap Firza Husein, tersangka dalam kasus percakapan Whatsapp berkonten pornografi.

Keputusan itu diambil setelah polisi memeriksa Firza hingga Rabu (17/5/2017) pukul 21.30 WIB.

"Penyidik memutuskan tidak melakukan penahanan terhadap FH (Firza Husein)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada Kompas.com, Rabu malam.

Argo menjelaskan, Firza tidak ditahan lantaran pertimbangan subyektifitas penyidik.

"Salah satu alasannya karena masalah kesehatan dari FH (Firza Husein)," kata Argo.

Namun para wartawan tidak mengetahui saat Firza keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Padahal, wartawan menunggu Firza keluar sejak Rabu pagi.

Para awak media yang berjaga di pintu depan dan pintu belakang Gedung Ditreskrimsus Polda Jaya tak ada satu pun yang melihat Firza keluar.

Sebelumnya, pengacara Firza, Azis Yanuar mengatakan bahwa kondisi kliennya memburuk setelah ditetapkan menjadi tersangka. Menurut Azis, tekanan darah Firza tinggi. Kadar  kolesterolnya juga tinggi.

Polda Metro Jaya menetapkan Firza sebagai tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Status Rizieq sendiri dalam kasus itu masih sebagai saksi.

Polisi telah meminta keterangan dari teman dekat Firza yang bernama "Kak Emma". Selain itu, polisi meminta keterangan dari saksi ahli pidana dan ahli telematika.

Berdasarkan hasil analisis ahli pidana, kasus itu telah memenuhi unsur pidana. Sementara ahli telematika menyebutkan, percakapan yang diduga antara Firza dan Rizieq itu asli.

Dalam kasus itu, Firza dijerat Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang RI nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

(KOMPAS.com/ Akhdi Martin Pratama)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help