TribunBogor/
Home »

Metro

DPRD Kota Bogor Akan Masukkan Vape dalam Perda KTR, Vapers Tidak Boleh Ngebul Sembarangan

Jenal Mutaqin berujar nantinya akan ada beberapa poin perubahan dalam Perda 12 tahun 2009.

DPRD Kota Bogor Akan Masukkan Vape dalam Perda KTR, Vapers Tidak Boleh Ngebul Sembarangan
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Vaporizer 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebebasan penikmat rokok elektrik atau vape di Kota Bogor bakal dikekang oleh DPRD Kota Bogor.

Pasalanya, saat ini menurut Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin tengah merumuskan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tempat untuk menggunakan vape.

Hal itu diketahui setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyampaikan Raperda Perubahan Perda 12/2009 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ke DPRD untuk dibahas.

Jenal Mutaqin berujar nantinya akan ada beberapa poin perubahan dalam Perda 12 tahun 2009.

Satu diantaranya akan mengatur tentang beberapa lokasi pelarangan penggunaan rokok elektrik termasuk Sisha.

"Jadi, ke depannya rokok elektrik dan Sisha akan diatur dalam Perda tentang KTR," ujar Jenal kepada Wartawan di Gedung DPRD, Kota Bogor, Rabu (17/5/2017).

Selain itu, lanjut Jenal, mengenai ruang aspirasi masyarakat terhadap pelaporan KTR di beberapa lokasi tertentu membuat pihaknya juga akan membahas kembali mengenai lokasi KTR.

"Jadi sebenarnya ada dua yang dibahas dalam Reperda perubahan Perda KTR, pertama tentang penambahan lokasi KTR, kedua tentang rokok elektrik dan Sisha. Keduanya akan diatur dalam Perda tentang KTR nantinya," papar Politisi Gerindra.

Jenal pun bertutur bahwa seharusnya masyarakat disediakan fasilitas untuk mengadu sebagai partisipasi publik terhadap penyuksesan KTR, misalnya dengan disediakan call center.

"Agar ruang gerak partisipasi publik terhadap penyuksesan KTR tidak terhambat," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help