TribunBogor/
Home »

Metro

HUT ke 2 Abad, Kebun Raya Bogor Pamerkan Hasil Penelitian Tumbuhan Langka

dalam pameran tersebut akan ditampilkan hasil penelitian dari LIPI maupun dari KRB.

HUT ke 2 Abad, Kebun Raya Bogor Pamerkan Hasil Penelitian Tumbuhan Langka
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kebun Raya Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kebun Raya Bogor (KRB) yang merupakan Kebun Raya tertua se Asia Tenggara ini akan merayakan hari jadinya yang 200 tahun.

Dalam momentum perayaan hari jadi KRB yang ke 2 abad, akan ada pameran yang bisa di nikmati oleh pengunjung.

Humas KRB, Ayi Donni Darussalam menuturkan pameran yang rencananya akan dibuka pada Kamis (18/5/2017) besok tersebut bisa dinikmati oleh pengunjung KRB tanpa dipungut biaya.

"Dalam perayaan 200 KRB ini pengunjung KRB bisa juga ikut merayakan moment hari jadi KRB dengan menikmati pameran ini secara gratis, jadi nantinya pengunjung hanya membayar tiket masuk saja, dan untuk pamerannya gratis," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com, Rabu (17/5/2017).

Donni menambahkan bahwa nantinya di dalam pameran tersebut akan ditampilkan hasil penelitian dari LIPI maupun dari KRB.

Buka hanya itu, nantinya pengetahuan tentang KRB dan tentang tumbuhan pun ikut dipamerkan.

"Nantinya pengunjung bisa menambah ilmu pengetahuannya tentang tumbuhan dan tentang KRB, jadi pengunjung bisa lebih detail dan tau tentang KRB," katanya.

Humas KRB, Ayi Donni Darussalam
Humas KRB, Ayi Donni Darussalam (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

Pameran yang dibuka sejak 18 Mei 2017 hingga 21 Mei 2017 itu diadakan di lapangan Jalan Astrid di dalam KRB.

Pada momentum perayaan 200 tahun KRB ini tema yang diangkat adalah Plant and People in Harmony.

"Plant and People in Harmony itu karena Kebun Raya Bogor ingin mengingatkan kepada kita semua tentang peran penting tumbuhan di alam," tutur Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan LIPI Kebun Raya, Didik Widyatmoko.

Menurut Didik alam. telah memberikan banyak manfaat kepada manusia.

Namun meski demikian menurut Didik hal itu ada batasnya.

"Ya jadi intinya KRB mengingatkan agar manusia lebih bijak dalam mendayagunakan tumbuhan," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help