TribunBogor/
Home »

Bogor

Warga Kekeuh Jalan Diperlebar dan Pembatas Jalan Dibuka, Sentul City : Itu Tanah Kami

jalan yang saat ini menjadi perdebatan itu diklaim berstatus pinjam pakai dari PT Sentul City kepada warga sekitar.

Warga Kekeuh Jalan Diperlebar dan Pembatas Jalan Dibuka, Sentul City : Itu Tanah Kami
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Jalan yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BABAKAN MADANG - Pelebaran jalan yang dilakukan oleh warga Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor ditentang pihak Manejemen PT Sentul City.

Jalan yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis, Desa Bojongkoneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor tersebut saat ini tengah diperlebar oleh warga sebagai akses jalan warga menuju pusat kota.

Perwakilan salah seorang warga, Muhammad Mahmud menuturkan, pelebaran jalan yang saat ini tengah dilakukan warga lantaran lebar jalan dianggap masih cukup sempit untuk mobiltas warga sehari-hari untuk menunjang perekonomian warga.

Menurutnya, pembangunan jalan yang saat ini sedang dilakukan warga secara gotong royong dan dibantu oleh donatur itu untuk melebarkan jalan yang tadinya hanya 2,4 meter menjadi 6 meter seperti jembatan kramat yang berada di kampungnya.

"Warga ingin jalan disini itu lebarnya sama seperti Jembatan Keramat yaitu enam meter yang memang ada sejak dulu, tapi kenapa tiba-tiba pihak Sentul City cuma membangunnya 2,4 meter," ujarnya pada Kamis (18/5/2017)

Namun, warga kecewa ketika proses pelebaran jalan yang dilakukan sejak bulan Januari 2017 lalu ini ditentang oleh pihak manajemen PT Sentul City dengan secara sengaja memasang trip pembatas jala pada bulan februari lalu.

jalan warga
(TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

"Kami tetap meminta agar trip pembatas jalan itu dibuka dan pembangunan jalan juga akan tetap dilaksanakan oleh warga," tambahnya.

Sementara itu, Humas PT Sentul City, Edo menjelaskan, jalan yang saat ini sedang dilakukan pelebaran itu lahannya bukanlah tanah milik desa, tetapi milik PT. Sentul City berdasarkan SHGB 2241 dan SHGB 1245 atas nama PT. Bukit Sentul sebelum berubah menjadi PT. Sentul City.

"Jalan itu tanah kami yang dibangun untuk jalan selebar 2,5 meter dari tahun 2012 lalu untuk akses warga disana, tapi kenapa baru-baru ini lebar jalan dipermasalahkan," ujarnya.

Lebih lanjut Edo menegaskan, jalan yang saat ini menjadi perdebatan itu berstatus pinjam pakai dari PT Sentul City kepada warga sekitar.

"Atas kesepakatan bersama maka kami buatkan perjanjian, bahwa jalan yang dipergunakan warga saat ini berstatus pinjam pakai," jelasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help