TribunBogor/
Home »

Bogor

Didesak Naikkan Tunjangan Kesejahteraan Pegawai, Kadisdik Kabupaten Bogor Sindir Solidaritas Guru

Sejumlah guru menuntut agar Kespeg dinaikkan dari Rp 650 ribu menjadi Rp 1 juta perbulan.

Didesak Naikkan Tunjangan Kesejahteraan Pegawai, Kadisdik Kabupaten Bogor Sindir Solidaritas Guru
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Kadis Pendidikan Kabupaten Bogor, Luthfie Syam 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tuntutan kenaikan tunjangan kesejahteraan pegawai (Kespeg) oleh guru tak digubris oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, TB Luthfie Syam.

Sejumlah guru menuntut agar Kespeg dinaikkan dari Rp 650 ribu menjadi Rp 1 juta perbulan.

Menurut Luthfie tuntutan tersebut malah tak sebanding dengan kondisi yang saat ini masih terjadi.

"Kalau berbicara solidaritas ada sekitar 4 ribu guru honorer yg belum menerima sepeser pun, makanya kami lagi memikirkan yang 4 ribu guru dulu," ujarnya pada Jumat (19/5/2017).

Mantan Kasatpol PP Kabupaten Bogor ini juga menegaskan, aksi demo yang dilakukan oleh para guru kemarin jangan sampai mencederai kehormatan para guru.

"Kami tidak pernah melarang karena demo itu hak semua orang, tapi yang jadi masalah kita tidak mau yang namanya guru ini kehormatannya jatuh karena aksi yang dilakukan pada saat hari kerja. Apalagi kemarin itu anak-anak lagi ujian nasional," kata Luthfie.

Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengeluarkan 12.601 surat tugas bagi guru honorer yang dikeluarkan langsung oleh Bupati Bogor.

"Pemkab tidak mengeluarkan SK melainkan surat tugas sesuai Permendikbud nomor 8 tahun 2017 tentang pengelolaan BOS," terangnya.

Sebab, untuk guru-guru di sekolah yang di sekolah negeri dan menerima bos juga honornya harus mendapat surat tugas dari pemerintah daerah bukannya dari bupati.

"Tapi ibu ingin supaya surat tugas mereka punya nilai, makanya di ttd oleh ibu Bupati sendiri. Kalau minta SK pertanyaan saya satu, kenapa harus minta SK ke Bupati, emang mereka melamarnya kemana?," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, ratusan guru honorer dari Sekolah Negeri di Kabupaten Bogor melakukan aksi unjuk rasa di depan gerbang kantor Bupati Bogor, Kamis (18/5/2017) kemarin.

Salah satu tuntuntan para guru yakni meminta Bupati Bogor Nurhayanti mengeluarkan SK agar mereka bisa mengajukan permohonan Sertifikasi.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help