TribunBogor/
Home »

Metro

Bocah 16 Bulan di Kota Bogor Derita Sakit Paru, Ibu Pasrah Urusan BPJS Terganjal Surat Nikah

Puput menambahkan karena panas dan nafsu makan anak terus menurun, beberapa minggu lalu ia membawa Raka ke rumah sakit

Bocah 16 Bulan di Kota Bogor Derita Sakit Paru, Ibu Pasrah Urusan BPJS Terganjal Surat Nikah
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
warga Curug Induk, Kelurahan Curug Mekar, RT 3/1 No 33, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Sejak usia tujuh bulan timbangan anak ini terus menurun, ibu bingung ketika terima hasil rontgen.

Warga Curug Induk, RT 3/1 No 33, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor, Raka Putra Pratama dipaksa keadaan untuk pasrah menerima kondisi tubuhnya saat ini.

Anak yang masih berusia 16 bulan itu setiap malamnya selalu mengalami demam.

Sang ibu, Puput Permatasari (24) mengatakan Raka sering demam dan susah untuk mencerna makanan.

"Kalau lahir mah normal biasa gemuk gitu badannya, nah pas umurnya sekita tujuh bulan itu waktu ditimbang berat badannya suka turun terus,  udah gitu kalau malam suka panas demam," ujarnya sambil terus memeluk sang buah hatinya.

Puput menambahkan saat demam sang anak hanya dikompres dan diberi obat seadanya.

"Kadang pakai obat warung kalau obat dari puskesmasnya habis, pengennya dirawat di rumah sakit biar ditangani dokter spesialis anak," ucapnya yang terus berharap anaknya bisa dirawat dirumah sakit

Puput menambahkan karena panas dan nafsu makan anak terus menurun,  beberapa minggu lalu ia membawa Raka ke rumah sakit untuk di rontgen.

Raka, Warga warga Curug Induk, RT 3/1 No 33, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor
Raka, Warga warga Curug Induk, RT 3/1 No 33, Kelurahan Curug Mekar, Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Iya katamya ada flek di paru-parunya sudah lama berarti itu, baru tau pas kemarim di rontgent, kata orang puskesmas juga harus di rawat, tapi kan bagaimana saya enggak ada biaya, suami buruh serabutan, kemarin maksain di rontgen karena pengen anak sembuh biayanya Rp 400 ribu," katanya.

Sayangnya sampai saat ini Puput dan suami terkendala urusa administratif untuk bisa menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Puput bertutur dirinya tak memiliki surat nikah hingga akta kelahiran Raka.

"Sekarang mah cuma bisa berdoa dan pasrah aja, sambil suami saya cari uang, kalau ada rezeki mau nikah di KAUA biar ada suratnya terus bikin akte udah gitu bikin BPJS, mudah-mudahan anak saya kuat nunggu orangtuanya usaha," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help