TribunBogor/

Di Negara Ini, Ngelonin Anak Tidur Ternyata Jadi Kontroversi, Ini Alasannya

tidur satu ruangan dengan orangtua sebenarnya lebih meningkatkan risiko SIDS sebab pada akhirnya, anak tidur seranjang dengan orangtua

Di Negara Ini, Ngelonin Anak Tidur Ternyata Jadi Kontroversi, Ini Alasannya
Pixabay.com
Ilustrasi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Urusan "ngeloni" bayi kini tengah menjadi kontroversi di Amerika Serikat. Kelonan dan tidur bersama bayi hingga umur lebih dari setahun mungkin biasa di Indonesia. Namun di negeri Paman Sam, hal itu menjadi kontroversi.

Sebuah riset yang dilakukan Ian Paul dari Pennsylvania State University dan tim menguak, bayi yang selalu dikeloni dan tidur dengan orangtua setelah umur 4 bulan tidak akan tidur dengan nyenyak, terbangun dalam waktu yang lebih pendek.

Paul lewat studi yang dipublikasikan di jurnal Pediatrics itu mengajak orangtua untuk membiarkan bayi mereka tidur di ruang tersendiri setelah umur 4 bulan. Orangtua juga tak perlu menaruh bantal dan guling berlebih serta mainan-mainan yang mengganggu.

Kontroversi terjadi karena American Academy of Pediatrics (AAP), lembaga yang memberikan rekomendasi soal pengasuhan bayi, sebelumnya menganjurkan setiap orangtua untuk tidur bersama bayinya dalam satu ruangan tetapi beda ranjang selama 1 tahun atau paling tidak 6 bulan.

Rekomendasi itu dikeluarkan AAP beberapa waktu lalu karena banyaknya kasus sindrom kematian tiba-tiba pada bayi (SIDS). Data Pusat Pencegahan dan Kontrol Penyakit Amerika Serikat mengungkap, tahun 2015, 3.700 bayi di negara itu mati karena masalah tidur.

Paul termasuk yang skeptis dengan rekomendasi AAP itu mengatakan, "Salah satu alasan kita ingin menggali hal ini adalah bukti yang sangat lemah untuk rekomendasi 6-12 bulan. Saya pikir AAP yang ingin mencegah kasus SIDS telah melihat dengan perspektif yang bias."

Paul meneliti 230 keluarga yang memiliki bayi. Separuh keluarga diminta menempatkan bayi dalam ruang tidur berbeda saat usia mencapai 3 bulan. Sementara, setengah lainnya diminta mengikuti rekomendasi AAP. Periset datang ke rumah pada tiap periode tertentu untuk mengontrol dan memberi arahan.

Penelitian mengungkap, bayi yang tidur di ruang tersendiri setelah berumur 4 bulan tidur selama 10,5 jam. Itu lebih lama dari bayi yang baru dipisah tidurnya pada usia 9 bulan (9,75 jam) dan antara 4-9 bulan (10 jam).

Bayi yang mulai dipisah tidurnya pada umur 4 bulan juga tidur tanpa bangun lebih lama, 9 jam. Sementara yang dipisah pada umur 9 bulan hanya 7,4 jam dan yang dipisah pada umur antara 4-9 bulan 8,3 jam. Secara umum, yang tidur terpisah lebih awal tidur lebih nyenyak.

Setelah berumur 2,5 tahun, semua bayi itu punya total waktu tidur yang sama. Namun demikian, bayi yang tidur terpisah lebih awal bisa tidur45 menit lebih lama saat malam. Itu menegaskan manfaat pemisahan ruang tidur sejak awal.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help