TribunBogor/

Olahan Salak Kering, Variasi Lain Nikmati Buah Bersisik Inovasi Mahasiswa IPB

manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan nilai tambah bagi buah salak

Olahan Salak Kering, Variasi Lain Nikmati Buah Bersisik Inovasi Mahasiswa IPB
tribunjogja/hamimthohari
Salak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DRAMAGA - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menawarkan inovasi olahan salak kering.

Kelima mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB, yaitu Novi Kurnianto, Muhammad Afif Sulthoni, Jeffry Al Bukhori, Muhamad Rizki Marhaban, dan Fakhri Ramadian Hidayat.

Inovasi tersebut ditawarkan karena melihat adanya Permintaan akan makanan kering dari buah-buahan terus meningkat.

Terlebih masyarakat negara-negara maju menyukai makanan sehat yang banyak mengandung serat.

"Berdasarkan data dari Departemen Pertanian, ekspor buah kering mencapai 16 juta kg dengan nilai US$3.282.041 pada tahun 2005," Novi.

Ia pun menambahkan bahwa pembuatan produk buah kering juga bertujuan agar umur simpannya lebih panjang karena produk pertanian mudah rusak jika tidak segera diolah.

Nantinya buah kering yang dapat direhidrasi sehingga dapat berbentuk buah segar kembali dibuat untuk mempermudah konsumen dalam mengonsumsi buah, meningkatkan distribusi buah, dan membuat konsumen dapat memilih pilihan antara mengonsumsi buah kering atau buah segar dari proses rehidrasi.

Ide tersebut disampaikan melalui kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM), Novi bersama keempat rekannya melakukan penelitian buah salak kering atau rehidrasi.

Novi mengatakan bahwa Salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu tanaman buah yang disukai dan mempunyai prospek yang baik untuk diusahakan.

"Salak satu diantara buah tropis yang banyak diminati masyarakat dan tanaman yang berbuah sepanjang tahun. Keunggulan buah salak memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi," katanya

Novi menambahkan bahwa manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah dapat memberikan nilai tambah bagi buah salak. Selain itu, masyarakat secara luas juga dapat menikmati salak kering yang kandungan gizinya tidak berkurang dan menyehatkan.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help