TribunBogor/

Ini Yang Membedakan Barbershop dengan Pangkas Rambut Tradisional

"Kalau dari segi potongan rambut mungkin sama, tetapi servicenya di tukang cukur biasa mungkin tidak ada, misalnya mencuci rambut sebelum pangkas."

Ini Yang Membedakan Barbershop dengan Pangkas Rambut Tradisional
Istimewa
Presiden Joko Widodo mencukur rembutnya di Hunky Dory barbershop, Jalan Salak, Kota Bogor sebelum melakukan pertemuan dengan PM Jepang, Sabtu (14/1/2017). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dulu masyarakat kita mengenal tempat cukur rambut di bawah pohon atau salon sebagai tempat memotong dan merapikan rambut pria, kini barbershop alias tempat cukur cowok menjadi pilihan utama pria modern untuk mengurus rambutnya.

Bila sebelumnya para tukang cukur hanya bermodalkan cermin, gunting, dan sisir, kini di barbershop para pelanggan bisa mendapat layanan yang nyaman dan gaya rambut yang lebih kekinian.

Menurut Ade Farolan, Ketua Indonesia Barbershop Association (IBA), dalam dua tahun terakhir barbershop memang tumbuh pesat.

"Barangkali di seluruh Indonesia ada ribuan barbershop," katanya di sela konferensi pers Hair Expo Indonesia 2017 di Jakarta (12/7/2017).

Ade mengatakan, pangkas rambut tradisional pada dasarnya sama dengan barbershop, namun fasilitasnya lebih minim.

Di barbershop, pelanggan akan merasakan tempat yang lebih nyaman dan sejuk ber-AC. Tersedia pula produk grooming untuk menunjang tatanan rambut. 

"Kalau dari segi potongan rambut mungkin sama, tetapi servicenya di tukang cukur biasa mungkin tidak ada, misalnya mencuci rambut sebelum pangkas. Durasi potong rambutnya juga lebih singkat," kata pemilik Kings Cut Barbershop ini.

Selain itu, menurut Ade, tukang cukur tradisional juga umumnya kurang referensi potongan rambut pria terbaru. "Sehingga model rambutnya itu-itu saja. Beda dengan barbershop yang lebih update, bahkan bikin ciri khas gaya potongan masing-masing," ujarnya.

Layanan utama yang ditawarkan barbershop antara lain pengguntingan rambut dan shaving (mencukur kumis dan janggut). "Khusus di Indonesia ada penambahan service yaitu creambath dan juga sesi pijat setelah potong rambut. Itu kultur masyarakat kita," ujarnya.

Sementara itu, layanan pelengkap yang bisa kita dapatkan di tempat pangkas ini adalah pewarnaan rambut. Berbeda dengan pewarnaan rambut di salon yang lebih variatif, menurut Ade di barbershop biasanya cat rambut hanya untuk menutupi uban. "Warnanya tidak jauh dari hitam, paling terang warna coklat," paparnya.

Bukan hanya pintar memotong rambut sesuai gaya yang sedang tren, para barber (pemangkas rambut) juga dituntut lebih luwes berkomunikasi dengan pelanggan. Hal ini dianggap menjadi daya tarik utama barbershop yang sukses.

"Selain skill, yang harus dimiliki para barber adalah attitude. Karena ini adalah bisnis service, jadi kalau nggak punya jiwa melayani akan susah," katanya.

(Berita ini sudah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul Yang Membedakan Barbershop dengan Pangkas Rambut Tradisional)

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help