TribunBogor/

Wisata Syariah, Konsep Menarik Gaet Pengunjung ke Tanjung Lesung

Belum banyak biro perjalanan yang mengemas perjalanan inbound dengan paket halal travel, tetapi lebih banyak pengemasan perjalanan outbound

Wisata Syariah, Konsep  Menarik Gaet Pengunjung ke Tanjung Lesung
Humas IPB

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masih banyak wisata alam yang memiliki potensi alam luar biasa tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Melihat hal itu, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) terinspiasi untuk memberikan gagasan wisata syariah.

Retno Khoirunnisa, Zahra Nabila Kurnia dan Maudy Mishfanny menuangkan idenya dalam karya ilmiah dengan judul “SUKUK CSR Productive Investment Model sebagai Akselerator Pengembangan Wisata Syariah Tanjung Lesung”.

Pariwisata syariah dimanfaatkan oleh banyak orang karena karakteristik produk dan jasanya yang bersifat universal.

Produk dan jasa wisata, objek wisata, dan tujuan wisata dalam pariwisata syariah adalah sama dengan produk, jasa, objek dan tujuan pariwisata pada umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika syariah.

"Wisata syariah tidak diartikan sebagai suatu wisata ke kuburan (ziarah) ataupun ke mesjid, melainkan wisata yang di dalamnya berasal dari alam, budaya, ataupun buatan yang dibingkai dengan nilai-nilai Islam. Wisata syariah tidak hanya melulu terkait dengan nilai-nilai agama, tetapi lebih mengarah pada lifestyle," kata seorang mahasiswa IPB, Retno.

Lanjutnya, kondisi pariwisata syariah di Indonesia khusus di Tanjung Lesung Banten saat ini masih belum maksimal.

Padahal, menurutnya, jika digarap lebih serius, potensi pengembangan wisata syariah di daerah tersebut sangat besar.

Belum banyak biro perjalanan yang mengemas perjalanan inbound dengan paket halal travel, tetapi lebih banyak pengemasan perjalanan outbound seperti umrah dan haji.

Idenya cukup sederhana, mereka hanya melihat tren wisata syariah (halal tourism) yang sedang meningkat dan mereka menemukan potensi itu di salah satu daerah tertinggal di Indonesia yaitu Pandeglang Banten yakni Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung.

"Ini adalah model investasi berbasis syariah menggunakan dana CSR perusahaan di Indonesia agar mengalokasikannya ke hal yang lebih produktif yaitu seperti pengembangan kawasan wisata. Instrumen investasi yang digunakan adalah Sukuk (Surat utang berbasis syariah)," ungkapnya.

“Intinya kami melihat bahwa potensi dana CSR yang besar seharusnya bisa dialokasikan untuk pemanfaatan yang lebih produktif melalui instrumen investasi Sukuk. Karena melihat kondisi Pandeglang yang masih tercatat sebagai daerah tertinggal membuat minimnya dana untuk pengembangan kawasan Tanjung Lesung tersebut. Padahal potensi untuk dikembangkan sangat bagus,” sambungnya.

Ke depan Retno dan timnya berharap apa yang mereka capai saat ini selain memotivasi mahasiswa lain juga menjadi aksi nyata untuk mengubah Indonesia menjadi lebih baik. Perlu juga adanya optimalisasi Tanjung Lesung sebagai destinasi wisata syariah dan memerlukan beberapa perbaikan terutama dalam aspek kelembagaan terutama kesiapan sumber daya manusia.

Karya tulisnya ini mengantarkan mereka meraih Juara I Lomba Karya Ilmiah Nasional Sharia Economics Triumph Activities.

Kegiatan lomba ini diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan tema “Pemanfaatan Potensi Kearifan Lokal Berdasarkan Prinsip Ekonomi Islam untuk Mewujudkan Indonesia Mandiri 2025”.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help