TribunBogor/
Home »

Bogor

SNI Food Lovers, Gagasan Mahasiswa IPB untuk Solusi Pengembangan UMKM

Ide ini ia sampaikan dalam perlombaan essay di Universitas Lampung yang berhasil membawanya menjadi juara 1 tingkat nasional.

SNI Food Lovers, Gagasan Mahasiswa IPB untuk Solusi Pengembangan UMKM
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Tampilan baru Bakpao Taleus Bogor, langsung datang ke gerainya di Jalan Pajajaran Kota Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) menaruh perhatian lebih terhadap usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Adalah Ana Fitrotunnisa, mahasiswa IPB yang telah beberapa kali menjuarai lomba essay tingkat nasional dengan mengangkat tema kepedulian terhadap pengembangan UMKM.

Strategi yang ia berikan untuk permasalahan UMKM satu ini adalah dengan SNI Food Lovers.

Ide ini ia sampaikan dalam perlombaan essay di Universitas Lampung yang berhasil membawanya menjadi juara 1 tingkat nasional.

"SNI Food Lovers merupakan suatu strategi yang meliputi standardisasi dan labelisasi produk UMKM yang telah berstandar. Definisi utama SNI Food Lovers yaitu standardisasi dan labelisasi. Labelisasi dilakukan dengan memberikan label pada produk UMKM yang telah terstandardisasi," katanya dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Lanjutnya, label ini menjadi tanda bahwa produk UMKM tersebut telah terstandardisasi.

Adanya label ini akan mempengaruhi tingkat penerimaan masyarakat.

SNI Food Lovers definisi kedua yaitu suatu program peningkatan kecintaan masyarakat terhadap produk dalam negeri yang berstandar melalui pembuatan kebijakan standardisasi produk seluruh UMKM di Indonesia.

Kolaborasi antar definisi SNI Food Lovers serta pihak- pihak yang terkait akan menjadikan sektor UMKM berkembang pesat dengan produk yang berdaya saing global, sehingga stabilitas ekonomi nasional bisa terjaga untuk mewujudkan Indonesia emas.

Ia mengatakan, pemberdayaan UMKM dimulai dengan menguatkan konstruksi keamanan pangan produk yang dihasilkan.

Tindakan yang dapat ditempuh untuk menguatkan konstruksi keamanan pangan UMKM misalnya dengan menyelenggarakan asistensi teknis ke pemerintah daerah, meningkatkan jumlah dan kompetensi tenaga inspektur, penyuluh, dan pendamping keamanan pangan, serta pemberdayaan sumberdaya lokal.

Setelah menguatkan konstruksi keamanan pangan UMKM, langkah selanjutnya adalah dengan mendemonstrasikan praktik-praktik yang baik dalam menjalankan UMKM.

Banyaknya UMKM yang bergerak di sektor pangan dilengkapi dengan standardisasi produk yang dihasilkan merupakan perpaduan yang efektif untuk bisa menjadikan produk dalam negeri menjadi produk unggulan serta produk yang diminati oleh masyarakat.

Namun, perlu adanya suatu strategi khusus yang akan menjadikan masyarakat mengetahui bahwa produk pangan dalam negeri yang ber-SNI adalah produk yang masyarakat cari, sehingga masyarakat kemudian tertarik untuk selalu menggunakan produk pangan

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help