TribunBogor/
Home »

Metro

IPB Kembangkan Budidaya Ikan Nila Merah Berbasis Blue Economy

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Indonesia.

IPB Kembangkan Budidaya Ikan Nila Merah Berbasis Blue Economy
Istimewa
Ikan Nila Merah 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Potensi budidaya perikanan di Indonesia sangatlah tinggi, didukung dengan ragam jenis biota laut yang terdapat di Indonesia serta luas perairan yang mendukungnya.

Ikan nila merah (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu ikan yang memiliki potensi untuk dibudidayakan di Indonesia.

Menurut statistik Kementerian Kelautan dan Perikanan, produksi ikan nila pada tahun 2011 sebanyak 567.078 ton, dan meningkat menjadi 695.063 ton pada tahun 2012.

Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan penduduk Indonesia yang mencapai 3,38 juta jiwa per tahun (Bappenas 2016), sehingga konsumsi akan ikan pun semakin meningkat pula setiap tahunnya.

Peningkatan jumlah penduduk yang terus terjadi menjadikan budidaya ikan nila dilakukan pada lahan yang terbatas dengan kondisi air yang bisa dikatakan tidak begitu baik.

Melihat permasalahan tersebut, sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB), Bhre Hagni Yuwono, Iriando Wijaya, Liska Widia, Farasma Nabila Putri, dan Bagus Agung Pamungkas mengembangkan sebuah cara budidaya ikan berbasis blue economy.

Melalui ajang Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P) 2017, sekelompok mahasiswa ini berharap bahwa ikan nila dapat menjadi salah satu komoditi perikanan yang produktivitasnya dapat terus digenjot.

Penelitian yang dilakukan di kolam percobaan Departemen Budidaya Perairan (BDP) IPB dan Laboratorium Lingkungan BDP ini menggunakan benih ikan nila yang berbobot rata-rata 36,2 gram yang diperoleh dari Kolam Percobaan FPIK IPB yang telah mengalami proses adaptasi terlebih dahulu selama tiga hari.

"Pemeliharaan ikan dilakukan dengan menggunakan sistem resirkulasi pada air yang digunakan. Resirkulasi sendiri merupakan penggunaan kembali air yang telah melalui penyaringan," ujar Bhre Hagni.

Selain itu, pada tempat pemeliharaan ikan, ditumbuhkan juga tumbuhan Lemna sp.

Lemna biasa dikenal masyarakat dengan nama mata lele.

Ia adalah tumbuhan tropis yang biasa hidup di perairan tergenang. Ukuran daunnya berkisar 6-8 mm.

Tumbuhan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sehingga bisa menjadi pakan alternatif untuk ikan, unggas, ternak juga mamalia.

"Kami menerapkan model Blue Economy yaitu dengan menggunakan tumbuhan fitoremediasi yang ditumbuhkan di atas air yang merupakan tempat budidaya ikan nila dengan sistem resirkulasi yang relatif dapat menghemat air. Selain itu biaya pemberian pakan pun dapat dikurangi dengan menambahkan tumbuhan tesebut dalam pakannya. Model Blue Economy sendiri dilandasi oleh prinsip keberlangsungan dari pemanfaatan suatu sumber daya yang secara beriringan menjaga lingkungan yang ada," ujar  Bhre Hagni Yuwono.(*)

Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help