TribunBogor/
Home »

Metro

Padi 3S Inovasi IPB Bulirnya Banyak Diklaim Tahan Serangan Hama

IPB 3S daun benderanya tegak ke atas melebihi malai padi, sehingga melindungi bulir padi dari serangan hama burung.

Padi 3S Inovasi IPB Bulirnya Banyak Diklaim Tahan Serangan Hama
Istimewa
Rektor IPB Prof Dr Herry Suhardiyanto melakukan panen padi 3S di Cariu, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Keamanan pangan tidak selalu hanya melihat dimensi stabilitas harga pangan, tetapi juga harus tetap memperhatikan efisiensi usaha tani.

Efisiensi pertanian dimulai dengan swasembada benih, ketersediaan pupuk dan konsolidasi pertanian.

Beban yang diterima petani sejak pengadaan benih harus selalu diperhatikan agar petani mendapat keuntungan yang memadai dari kegiatan pertanian.

Dengan adanya komitmen ini dan dukungan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI untuk mengembangkan inovasi bidang pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) kembali melakukan panen padi IPB 3S di Cariu, Kabupaten Bogor Bogor, belum lama ini.

Panen padi IPB 3S kali ini dilakukan bersama oleh Rektor IPB, Prof Dr Herry Suhardiyanto bersama Bupati Bogor, Hj Nurhayanti serta jajaran Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI dan juga didampingi oleh pimpinan Fakultas Pertanian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, dan tim peneliti IPB.

Tim peneliti padi IPB dihadiri oleh Dr Eny Widayati, Dr Abdul Qadir, Ir Murdiyanto, MS dan Ahmad Zamzami SP, MS.

Dalam kesempatan ini secara simbolis juga diserahkan bantuan benih padi oleh Rektor IPB kepada Bupati Bogor.

Sementara itu, Bupati Bogor juga ikut menyerahkan bantuan ALSINTAN berupa combine hasvester kepada petani Cariu.

Rektor IPB menekankan pentingnya konsolidasi pertanian dan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus secara konsisten mengelola lahan pertanian, dan meningkatkan produksi padi serta menjaga lahan pertanian yang makin hari makin berkurang.

"Ini merupakan salah satu upaya kita untuk menekan impor beras yang terus terjadi di negeri ini tanpa memperhatikan petani kecil dan penggarap lahan. Untuk itu IPB berkomitmen terus mencari solusi terbaik bagi petani untuk mendapatkan hasil yang lebih baik," ujar Herry Suhardiyanto.

Halaman
12
Penulis: Soewidia Henaldi
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help