TribunBogor/
Home »

Bogor

Satpol PP Kabupaten Bogor Segel 4 Tempat Usaha Air Curah, Salah Satunya Milik Kepala Desa

Dalam penertiban tersebut, pihaknya juga menyegel sebuah tempat usaha air curah milik kepala desa.

Satpol PP Kabupaten Bogor Segel 4 Tempat Usaha Air Curah, Salah Satunya Milik Kepala Desa
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Tempat usaha air curah disegel petugas Satpol PP Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Petugas Satpol PP Kabupaten Bogor menyegel empat tempat usaha air curah di Kecamatan Cijeruk, Caringin dan Cigombong.

Penertiban tersebut pertama kali di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Caringin, kemudian Cijeruk dan dilanjut ke Cigombong.

Kabid Binariksa Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho, mengatakan bahwa semua tempat usaha air curah tersebut bermasalah terkait perizinan.

"Di wilayah Kabupaten Bogor dan hari ini kita baru pemeriksaan Kecamatan Caringin, Cijeruk, dan Cigombong. Dari beberapa yang kita periksa, beberapa tidak berizin, dan sudah kita sementara lakukan penghentian," ujar Agus, kepada TribunnewsBogor.com, Senin (17/7/2017).

Di Kecamatan Cijeruk sendiri terdapat empat tempat usaha, namun tiga tempat usaha sudah tidak aktif dan satu tempat usaha disegel karena masa izin sudah habis.

disegel
(TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Kemudian di Kecamatan Caringin, ada tiga usaha air curah dimana dua tempat usaha tidak aktif dan 1 tempat usaha juga segel karena masalah izin.

Sementara di Cigombong ada empat tempat usaha namun baru dua yang diperiksa dan dua-duanya juga disegel.

"Sisanya akan kita periksa besok," tambahnya.

Dari empat tempat usaha yang disegel, salah satunya ternyata milik kepala desa.

Yakni tempat usaha air curah milik, Kades Pasir Buncir, Komarudin Jaelani, dengan nama tempat usaha, Air Minum Ratu Naila Tirta.

Tempat usaha yang terletak di Kampung Cisalopa, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin tersebut diketahui belum memiliki izin sedangkan pemilik yang bersangkutan tidak ada di rumahnya.

Petugas pun tetap menyegelnya karena perusahaan tersebut tidak mentaati aturan yang sudah ada.

"Kita harapkan ada kerja sama dengan pemilik usaha juga, mereka harus mentaati setiap aturan yang ada di Kabupaten Bogor," jelasnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help