TribunBogor/

Medsos dan Berita Hoax Pemicu Anak Berperilaku Bullying

Dudih pun menjelaskan bahwa peran media sosial dan media masa cukup berpengaruh terhadap perilaku anak.

Medsos dan Berita Hoax Pemicu Anak Berperilaku Bullying
Facebook
Bully Anak SMP 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Kasus perundungan atau bullying di kalangan pelajar mau pun mahasiswa belakangan ini banyak diperbincangkan masyarakat.

Terutama kasus bullying yang menimpa seorang mahasiswa di satu universitas di Depok dan siswa SMP di Jakarta Pusat baru-baru ini.

Tindakan yang terbilang negatif itu pun menjadi perhatian khusus Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor.

Menurut Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin, banyak faktor yang menyebabkan seorang anak melakukan bullying terhadap temannya.

"Ada beberapa hal yang membuat anak itu berprilaku bullying, satu diantaranya yakni media sosial atau pun media massa," katanya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Kamis (20/7/2017).

Dudih pun menjelaskan bahwa peran media sosial dan media masa cukup berpengaruh terhadap perilaku anak.

Selama ini, kata Dudih, acara di televisi dan media sosial kerap kabar yang senantiasa menyudutkan salah satu pihak atau bahkan berita hoax.

Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin
Ketua KPAID Kota Bogor, Dudih Syiarudin (TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika)

"Secara tak sadar apa yang dilihatnya masuk dalam pikiran anak-anak yang menjadi contoh buruk bagi anak-anak, dan pada akhirnya itulah yang mereka tiru," jelasnya.

Menurutnya, saat ini belum adanya sosok atau figur dari apa yang dilihat anak-anak juga menjadi salah satu penyebab seorang anak melakukan bullying.

"Adanya tontonan yang mungkin kurang edukatif, yang senantiasa mengumbar fitnah, menyudutkan seseorang atau membuli seseorang, anak-anak kan cepat nangkapnya, jadi apa yang anak dengar dan lihat lah yang mereka lakukan," terangnya.

Lebih jauh dia menerangkan bahwa, setiap anak tentu membutuhkan perhatian baik dari orang tua, orang yang terkasih di sekitarnya, dan guru-guru di sekolahnya.

"Bila mereka tak mendapatkan atau kurang perhatian, tentu pada akhirnya mereka akan mencari perhatian lain dan tak menutup kemungkinan akan melakukan bullying," paparnya.

Kendati demikian, dia pun berpesan kepada setiap orang tua agar senantiasa memberikan perhatian kepada anaknya.

"Sebisa mungkin orang tua itu menjadi sosok figur seorang anak, sehingga anak bisa diarahkan kepada hak-hal positif dengan mudah," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help