TribunBogor/
Home »

Bogor

Cerita Pemandi Mayat Khusus Korban Kecelakaan, Merasa Ngeri tapi Tetap Ucapkan Ini di Kamar Jenazah

Bentuk tubuh yang tak lagi utuh, serta keadaan yang mengenaskan acap kali menjadi hal yang mesti dihadapi.

Cerita Pemandi Mayat Khusus Korban Kecelakaan, Merasa Ngeri tapi Tetap Ucapkan Ini di Kamar Jenazah
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Siti Yunengsih (48) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Profesi yang digeluti wanita asal Kampung Babakan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor ini snagat dicari oleh keluarga korban kecelakaan.

Tak banyak yang berminat untuk menjalani profesi yang dijalani Siti Yunengsih.

Wanita berusia 48 tahun itu berprofesi sebagai pemandi mayat.

Tak sekadar mayat, jenazah yang dimandikan sering kali merupakan seorang korban kecelakaan.

Bentuk tubuh yang tak lagi utuh, serta keadaan yang mengenaskan acap kali menjadi hal yang mesti dihadapi.

Meski begitu, wanita yang akrab disapa Enen itu tak pantang mundur.

Malah ia mengaku kerap dijemput oleh beberapa pihak rumah sakit untuk memandikan khusus jenazah perempuan korban kecelakaan.

"Ciawi, Cibinong, trus dari Bogor kota, sampe sering dijemput ke luar bogor juga, sampe ke Cipayung Jakarta juga pernah," ungkap Enen kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (21/7/2017).

Walaupun menurutnya memang mengerikan, tapi itu ia menganggap semua itu sudah menjadi suatu kewajiban.

Ia juga menambahkan bahwa ketika di kamar jenazah ia kerap mendoakan korban mau pun keluarga agar tabah.

Bahkan ia pun mengaku setiap kali memandikan jenazah ia tidak mematok harga tapi terima seikhlasnya.

"Niatnyakan ibadah ya, jadi ada yang ngasih Rp 300, Rp 400 bahkan Rp 150, bagaimana yang ngasih aja, seikhlasnya," ungkapnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help