TribunBogor/

Dinginnya Udara Puncak Enaknya Sambil Santap Hangatnya Dodongkal

Cara memasak kue ini pun masih tradisional karena menggunakan alat dapur tradisional Sunda yakni langseng/se'eng dan aseupan untuk mengkukus.

Dinginnya Udara Puncak Enaknya Sambil Santap Hangatnya Dodongkal
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Dodongkal 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Menikmati udara Puncak yang dingin akan lebih pas bila ditemani kudapan hangat.

Salah satu kudapan hangat yang cocok saat bersantai di Puncak ialah dodongkal.

Makanan tradisional khas jawa Barat ini bisa ditemui di  Simpang Megamendung dekat  Masjid Nurul Huda, tepatnya di sebelah kanan jalan jika anda melaju dari arah Ciawi menuju Puncak.

Dodongkal terbuat dari tepung beras, kemudian dicampur dengan potongan gula aren asli.

Gula aren ini akan meleleh ketika dodongkal ini dikukus.

Saat dibuat, dodongkal biasanya dicetak menyerupai gunung.

Cara memasak kue ini pun masih tradisional karena menggunakan alat dapur tradisional Sunda yakni langseng/se'eng dan aseupan untuk mengkukus.

Dodongkal
(TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy)

Setelah jadi parutan kelapa ditaburi di pinggiran gunungan dodongkal itu.

Saat disajikan, dodongkalnya dipotong sesuai ukuran selera.

Halaman
12
Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help