TribunBogor/

Komunitas Skate Board di Bogor Ajak Anak Jalanan Bermain Skate, Syaratnya Harus Bisa Baca

Tak hanya itu, komunitas yang telah ada sejak tahun 1992 itu juga berencana untuk membangun sebuah ruang baca di sekitar arena skate.

Komunitas Skate Board di Bogor Ajak Anak Jalanan Bermain Skate, Syaratnya Harus Bisa Baca
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Komunitas Bogor Independent Skateboard gaet anak jalanan main skateboard 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komunitas skate board satu ini bukan hanya menjadi wadah bagi para penggiat olahraga skate board untuk menuangkan hobinya.

Melainkan juga menjadi wadah bagi para anak-anak jalanan yang kesehariannya mengais rezeki dengan cara mengamen.

Komunitas tersebut ialah Bogor Independent Skateboard yang biasa berkumpul dan berlatih di arena skate Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Menurut Anggota Bogor Independent Skateboard, Gema Sastra (27), di setiap waktu berlatih, bukan hanya orang dewasa atau anak muda saja yang ikut meramaikan suasana latihan.

Melainkan dari kalangan anak-anak pun banyak yang turut mengikuti kegiatan latihannya.

"Mulai dari dari anak-anak SD hingga anak putus sekolah yang biasa ngamen banyak yang suka ikut bergabung latihan, kami terbuka untuk siapa saja yang tertarik bermain skate," ungkap Gema kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (23/7/2017).

Namun, lanjut Gema, ada syarat khusus bagi anak-anak jalanan bila ingin ikut bergabung latihan skate bersama komunitasnya.

"Iya jadi sebelum gabung latihan, kami tanya dulu, bisa baca atau tidak, kalau engga bisa kami akan ajari dulu selama 30 menit, setelahnya baru kami bebaskan untuk bermain skate," jelasnya.

Gema menjelaskan, syarat tersebut menjadi suatu kewajiban yang harus dilakukan ketika ada anak jalanan yang hendak bermain skate tapi tidak bisa membaca.

"Rata-rata mereka itu putus sekolah, beberapa masih ada yang belum bisa baca, jadi sengaja kami ajak untuk belajar baca dulu, karena sehari-hari mereka itu terbiasa dengan menghitung hasil pendapatan ngamennya, sehingga kami berinisiatif membuat syarat tersebut," urainya.

Tak hanya itu, komunitas yang telah ada sejak tahun 1992 itu juga berencana untuk membangun sebuah ruang baca di sekitar arena skate.

"Ya kita memang sudah lama ingin membangun ruang baca atau pojok baca di sini, tujuannya ya agar anak terbiasa dengan antivitas membaca, jadi setidaknya anggota di komunitas ini tidak hanya sekedar bermain skate saja tapi juga mencoba merangkul anak jalanan," ungkapnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help