TribunBogor/
Home »

Bogor

Raih Omzet Rp 80 Juta Seminggu, Penjual Obat Keras Tak Berizin Ditangkap Polisi

Dari 32.350 butir obat yang disita tersebut diantaranya terdiri dari 21.250 butir obat jenis Tamadol, 10.000 butir obat jenis Hexymer

Raih Omzet Rp 80 Juta Seminggu, Penjual Obat Keras Tak Berizin Ditangkap Polisi
Istimewa
obat keras 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pemilik toko obat di Kecamatan Gunungsindur,  Kabupaten Bogor, Jawa Barat ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor karena menjual obat keras tanpa izin.

Pelaku berinisial MH (25) ditangkap di toko obat miliknya, Kamis (20/7/2017) lalu.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti 32.350 butir obat-obatan golongan G (Gevaarlijk) berbahaya berdosis tinggi tanpa dokumen perizinan.

Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah KGunung Sindur terdapat toko yang menjual obat keras diduga tanpa izin.

"Kita lakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan barang bukti obat-obatan tanpa dokumen izin farmasi," terang Andri Alam kepada wartawan, Sabtu (22/7/2017).

Dari 32.350 butir obat yang disita tersebut diantaranya terdiri dari 21.250 butir obat jenis Tamadol, 10.000 butir obat jenis Hexymer, 100 butir obat Trihexphenidyl.

Andri mengatakan bahwa obat-obatan tersebut cukup berbahaya jika dikonsumsi cukup lama tanpa resep dokter karena bisa berujung putus saraf atau kegilaan.

"Obat-obatan ini dijual oleh pelaku di wilayah Jabodetabek. Setiap minggunya pelaku bisa meraup omzet sekitar 80 juta per minggu dan selalu habis setiap minggunya," katanya.

Andri menuturkan bahwa pelaku dijerat dengan pasal 196 jo 197 UU nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dimana pelaku tersebut diancam pidana 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help