TribunBogor/

Pemerintah Kabupaten Bogor Mati Langkah Cegah Investor Tak Berpaling

kawasan Sukabumi, Garut, Majalengka hingga Indramayu mulai menjadi incaran para investor untuk membuka usahanya.

Pemerintah Kabupaten Bogor Mati Langkah Cegah Investor Tak Berpaling
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Tansmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Standar Upah Minimum Kerja (UMK) di Kabupaten Bogor membuat investor kabur.

Keputusan sejumlah investor untuk pergi dari Bumi Tegar Beriman menurut Dinas Tenaga Kerja dan Tansmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bogor, Yous Sudrajat investor yang menanam saham lebih memilih daerah lain ketimbang Kabupaten Bogor.

"Beberapa ada yang pindah ke Klaten dan Wonogiri," kata dia, Senin (24/7/2017).

Untuk lingkup Jawa Barat, sambung Yous, kawasan Sukabumi, Garut, Majalengka hingga Indramayu mulai menjadi incaran para investor untuk membuka usahanya.

"Didaerah sana itu UMK-nya masih ada yang dibawah Rp 2 juta perbulan, perbedaannya cukup jauh jika dibandingkan Bogor yang saat ini sudah berada di angka Rp 3 jutaan perbulan," terangnya.

Sehingga, ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemerintah Kabupaten Bogor untuk bisa mempertahankan investor yang sudah ada saat ini.

Yous juga berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor juga tidak mempersulit izin bagi investor yang ingin menanam saham di Kabupaten Bogor.

"Kami masih merumuskan sektor padat karya sebagai jalan tengah, sehingga tidak ada karyawan yang di phk dan perusahaan juga tidak rugi," tukasnya.

Penulis: Damanhuri
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help