TribunBogor/
Home »

Metro

Politeknik Kent Prasetiya Mandiri Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kepada Anak Berkebutuhan Khusus

Dia melanjutkan bahwa, seharusnya dari segi pendidikan, ABK mendapatkan pelajaran yang sama dengan anak pada umumnya.

Politeknik Kent Prasetiya Mandiri Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kepada Anak Berkebutuhan Khusus
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Puluhan orang tua hingga guru Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengikuti seminar peduli ABK di Aula Kampus Politeknik Kent Prasetiya Mandiri, Jalan Bina Marga, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Kegiatan yang diselenggararakan oleh Universitas Politeknik Kent Prasetiya Mandiri Group Bogor itu mengangkat tema 'autisme: lebih mengenal dan lebih peduli'.

Dalam seminar tersebut, turut menghadirkan pembicara Dr Kresno Mulyadi, Psikiater dari OMNI Hospital Serpong, dan Dr R Ella Yulaelawati R selaku Direktur Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua Pelaksana sekaligus Manager Operasional Harian, Brillianto Sartono menututkan, tujuannya diadakannya seminar itu sendiri adalah agar orang-orang lebuh peduli lagi terhadap ABK.

"Saat ini ABK kerap dipandang sebelah mata dan menjadi minoritas dimanapun, prinsipnya bagaimana ABK itu bisa dihargai sebagai anak yang benar-benar sama seperti anak pada umumnya, karena itu, kami mengadakan seminar ini," katanya kepada TribunnewsBogor.com.

Dia melanjutkan bahwa, seharusnya dari segi pendidikan, ABK mendapatkan pelajaran yang sama dengan anak pada umumnya.

"Tidak boleh dibedakan, tetapi yang membedakannya adalah treatmentnya atau perawatan, pengobatan dan perlakuannya," terangnya.

Dia pun berharap dengan diadakannya kegiatan seminar tersebut dapat membuat para peserta seminar bisa lebih mengenal dan lebih peduli disaat bertemu ABK dimanapun mereka melihatnya.

"Khususnya untuk masyarakat Bogor diharapkan bisa berubah paradigmanya terhadap ABK agar tidak lagi memandang mengucilkan atau membeda-bedakan ABK, namun bisa lebih peduli, merangkul, menyayangi dan mencintainya dengan berbagai cara yang sudah disampaikan dalam seminar ini," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help