TribunBogor/
Home »

Metro

Jalani Sidang Perdana, Ki Gendeng Pamungkas Didakwa Langgar UU ITE

Ki Gandeng yang dikawal sejumlah polisi tiba di Kejari Bogor sekira pukul 14.30 WIB dengan mengenakan pakaian kemeja kotak dan bawahan celan jeans.

Jalani Sidang Perdana, Ki Gendeng Pamungkas Didakwa Langgar UU ITE
Istimewa
Ki Gendeng Pamungkas jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Pengadilan Negeri (PN) Kota Bogor gelar sidang perdana kasus dugaan ujaran kebencian terhadap suatu ras yang melibatkan Ki Gendeng Pamungkas pada Kamis (10/8/2017).

Setelah lebih dari dua puluh hari lamanya mendekam di Lapas Lapas Kelas II A, Paledang Bogor, Ki Gendeng dihadirkan di PN Kota Bogor untuk mendengarkan pembacaan dakwaan.

"Ya siang tadi telah disidangkan perkara atas nama Ki Gendeng Pamungkas dengan agenda pembacaan dakwaan," ujar Kasi Intel Kejari Kota Bogor Andhie Fajar Arynto saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Andhie berujar bahwa, sidang perdana yang dijalani Ki Gendeng selesai pukul 11.30 WIB siang.

"Sidang kembali akan digelar pada 24 Agustus 2017 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi," katanya.

Ki Gendeng Pamungkas sendiri didakwa dengan dakwaan alternatif pertama pasal 4 huruf B Jo Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi Ras dan Etnis atau kedua Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE atau ketiga Pasal 156 KUHP.

Sebelumnya, berkas perkara dan barang bukti telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor dari Penyidik Polda Metro Jaya pada Kamis (6/7/2017) siang.

Ki Gandeng yang dikawal sejumlah polisi tiba di Kejari Bogor sekira pukul 14.30 WIB dengan mengenakan pakaian kemeja kotak dan bawahan celan jeans.

Sekira pukul 17.30 WIB petang, KGP diantar menuju Lapas Kelas II A, Paledang Bogor dan resmi menjadi penghuni baru selama 20 hari.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help