TribunBogor/
Home »

Bogor

72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Kampung Haniwung Bogor Belum Rasakan Kemerdekaan

Kondisi jarak serta medan yang cukup terjal menjadi salah satu alasan warga tidak bersekolah hingga lulus.

72 Tahun Indonesia Merdeka, Warga Kampung Haniwung Bogor Belum Rasakan Kemerdekaan
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
SDN Rabak 01 Kampung Haniwung, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Puluhan tahun Indonesia merdeka tampaknya masih belum dirasakan sepenuhnya oleh warga yang berada di Kampung Haniwung, Desa Rabak, Kabupaten Bogor.

Kampung yang letaknya di atas Gunung Suling itu saat ini dihuni oleh 73 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 325 warga.

Bahkan, tingkat pendidikan di kampung tersebut pun masih terbilang rendah meskipun negeri ini sudah menginjak usia 72 tahun merdeka.

"Satu kampung ini tidak ada yang lulus Sekolah Dasar, ada satu orang yang lulus SMA itupun sekrang sudah tidak tinggal disini lagi," kata Ketua RT 9/3, Kampung Haniwung Dedi Setiawan saat ditemui TribunnewsBogor.com, Jumat (11/8/2017).

Kampung Haniwun, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor
Kampung Haniwun, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor (TribunnewsBogor.com/Damanhuri)

Namun, kata dia, sejak dibukanya sekolah jauh SD Rabak 01 yang berada di kampungnya itu saat ini sudah ada tiga anak yang lulus Sekolah Dasar.

"Sebelum ada sekolah jauh disini, anak-anak disini banyak yang tidak bersekolah. sekalipun sekolah jarang yang sampai lulus," ungkapnya.

Sekolah SDN Rabak 01 ini dibuka sejak tahun 2014 lalu untuk warga di Kampung Haniwung lantaran jarak sekolah induk SD Rabak 01 jaraknya memang cukup jauh.

Kondisi jarak serta medan yang cukup terjal menjadi salah satu alasan warga tidak bersekolah hingga lulus.

"Mereka hanya berpikir yang penting bisa membaca, menulis dan berhitung saja itu sudah cukup. Sehingga orangtuanya pun tidak ada yang memiliki izasah tamatan sekolah," terangnya.

Dedy melanjutkan, saat ini mata pencaharian warga dikampungnya sebagian besar sebagi petani dan mengurus kebun untuk hidup sehari-hari.

Penulis: Damanhuri
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help