TribunBogor/
Home »

Bogor

Perjuangan Dua Guru di Bogor Mengajar di SD Terpencil, Ban Motor dan Sepatu Kotor Jadi Saksi

Jalan setapak mereka lalui setiap hari untuk menuju lokasi sekolah jauh SDN Rabak 01 tidak memadai dan cukup berbahaya

Perjuangan Dua Guru di Bogor Mengajar di SD Terpencil,  Ban Motor dan Sepatu Kotor Jadi Saksi
TribunnewsBogor.com/Damanhuri
Muhat Iskandar dan Dedi Sumardi, Guru di SDN Rabak 01, Kecamatan Rumpin yang lokasinya terpencil. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Damanhuri

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, RUMPIN - Melintasi jalan berliku dan berbukit di tebingan Gunung Suling, Kecamatan Rumpin menjadi keseharian dua guru SD ini untuk mengajar anak didiknya.

Jalan setapak mereka lalui setiap hari untuk menuju lokasi sekolah jauh SDN Rabak 01 tidak memadai dan cukup berbahaya saat dilewati menggunakan motor.

Jika malamnya hujan turun, sepanjang jalan yang dilintasi di di Kampung Haliwung, Desa Rabak, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor bakal dipenuhi lumpur.

Merekalah Muhat Iskandar dan Dedi Sumardi guru SD yang setiap hari setia bertugas di SD Rabak 01 yang lokasinya cukup jauh.

Mereka setiap pagi  berangkat bersama menggunakan sepeda motor melintasi jalan yang terjal untuk menuju lokasi sekolah yang berada di atas gunung itu.

Baca: Bertahun-tahun Belajar di Rumah Warga, Siswa di Kampung Haniwung Bogor Kini Punya Kelas Sendiri

Bebatuan terjal serta sedikit jalan yang sudah disemen menjadi lintasan kedua pria yang sudah sekitar tiga tahun mengajar di sekolah tersebut.

"Ini sudah lebih baik sebagian sudah dikasih pasir sama semen, kalau dulu jalannya masih tanah dan licin," ujar Muhat yang memang lebih dulu mengajar di sekolah jauh SDN Rabak 01 Rumpin.

Sebagai seorang manusia biasa, rasa cape pasti dirasakan oleh keduanya.

Halaman
123
Penulis: Damanhuri
Editor: Soewidia Henaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help