TribunBogor/
Home »

Bogor

Masih Banyak yang Pacaran di Area Masjid Atta'Awun, Pengunjung : Mereka Harus Sadar Diri

area taman masjid yang rapi dan indah ditambah sejuknya Puncak kerap dijadikan tempat bermesraan para pasangan

Masih Banyak yang Pacaran di Area Masjid Atta'Awun, Pengunjung : Mereka Harus Sadar Diri
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Masjid Atta'Awun, Puncak 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Di Kawasan Masjid Atta'Awun Puncak, Cisarua Bogor, banyak aturan-aturan yang diberlakukan untuk para pengunjung.

Aturan tersebut diberitahukan melalui spanduk dan plang di berbagai titik di masjid.

Seperti dilarang buang sampah sembarangan, makan dan minum di sekitar area masjid, memakai pakaian tidak sopan dan yang lainnya.

Namun ternyata ada juga larangan yang bertuliskan larangan berpacaran di area masjid tersebut.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Minggu (13/8/2017), tulisan larangan tersebut dipasang di pagar dengan menggunakan spanduk kecil berwarna putih dan berdesain corak hijau.

Bukan tanpa sebab, area taman masjid yang rapi dan indah ditambah sejuknya Puncak kerap dijadikan tempat bermesraan para pasangan yang singgah di sana.

Namun ternyata larangan tersebut tidak digubris oleh para pengunjung.

Terpantau masih banyak pasangan yang duduk berdua bermesraan di sekitar masjid.

Menurut salah satu pengunjung, Hendri (34), ia mengatakan bahwa ia menyayangkannya dan seharusnya pengunjung mentaati peraturan tersebut.

"Ya, kalau gak boleh, jangan lah jangan pacaran di sini, lagian meski pun gak ada larangan, ini kan mesjid ya, gak enak juga kalau dipakai buat pacaran," ungkapnya kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (13/8/2017).

Pengunjung yang datang bersama istri dan putrinya ini juga mengungkapkan bahwa seharusnya para pasangan yang datang sadar dan menghormati mesjid.

"Untuk pasangan anak muda yang datang ke sini, ya, yang suka berdua-duaan gitu, sadar lah, ini kan mesjid ya, malu lah sama tempat ibadah," katanya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help