TribunBogor/

Pemerintah Siapkan Rp 1,5 Triliun Untuk Modal Usaha Rakyat, Bunganya 2 Persen

Untuk keluhan bunga yang tinggi, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana APBN untuk menangani hal tersebut.

Pemerintah Siapkan Rp 1,5 Triliun Untuk Modal Usaha Rakyat, Bunganya 2 Persen
TribunnewsBogor.com/ Naufal Fauzy
Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat berkunjung ke Desa Pasirangin, Megamendung, Kabupaten Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Menteri Keuangan, Sri Mulyani menanggap permasalahan utama masyarakat yan ingin membuat usaha adalah modalnya.

Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang cenderung mengeluhkan suku bunga yang tinggi jika meminjam modal dari rentenir, atau persyaratan yang sulit jika harus meminjam ke bank.

Ia juga menjelaskan bahwa akses masyarakat ke pinjaman modal usaha dirasa penting demi memajukan kesejahteraan masyarakat.

"Jadi yang penting adalah semacam akses anggarannya secara mudah, dananya mudah diperoleh," ujarnya saat berkunjung ke Desa Pasir Angin, Megamendung, Kabupaten Bogor, Senin (14/8/2017).

Untuk keluhan bunga yang tinggi, ia juga menjelaskan bahwa pemerintah sudah menyiapkan dana APBN untuk menangani hal tersebut.

Caranya adalah para lembaga penyaluran kredit dan koperasi tidak lagi mengambil uang ke bank untuk dipinjamkan ke masyarakat yang dinilai menimbulkan bunga yang tinggi.

Tapi mereka bisa mendapatkan dana untuk disalurkan dari dana APBN yang berjumlah Rp 1,5 triliun yang sudah disepakati oleh dewan untuk dipakai membantu usaha masyarakat.

"Jadi dana yg diperoleh seperti Komida (koperasi) ini dia pinjem dari bank, yang dia pinjem pun sudah tinggi bunganya, antara 11 sampai 15 persen, sekarang dia dapet dari pemerintah yang bunganya hanya 2 persen, jadi dia bisa meminjamkan ke masyarakat dengan bunga yang lebih rendah lagi," katanya.

Tidak hanya itu, Sri juga menjelaskan bahwa para lembaga penyalur kredit dan koperasi diajak untuk bekerja sama untuk melakukan pendampingan ke masyarakat dalam membuka usaha.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help