TribunBogor/
Home »

Metro

Bangun Pemilu Sehat di Pilkada 2018, Sejumlah Politisi Berdialog Bahas Money Politics

Tujuannya tidak lain adalah agar terciptanya penyelenggaraan pemilu yang baik dan berkualitas.

Bangun Pemilu Sehat di Pilkada 2018, Sejumlah Politisi Berdialog Bahas Money Politics
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Bogor Political Club 2017 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sejumlah politisi partai duduk bersama melakukan dialog secara terbuka membahas seputar proses pemilu yang demokratis dalam acara Bogor Political Club 2017 di Hotel Grand Savero, Kota Bogor, Sabtu (19/8/2017).

Adapun diantaranya politisi yang hadir sekaligus menjadi narasumber dalam acara tersebut seperti Wali Kota Bogor, Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor, Usmar Hariman, Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Sjariffudin Hasan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Ade Yasin, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Abu Bakar, dan lain sebagainya.

Acara silaturahmi dan dialog politik itu sendiri mengusung tema 'Mengembalikan Demokrasi Kerakyatan, Tanpa Money Politics, Mungkinkah?'.

Keseruan jalannya dialog tersebut nampaknya akan bertambah lantaran dipandu oleh seorang presenter ternama, Helmi Yahya, dan Pakar Komunikasi Politik, Effendi Ghazali.

Menurut, Ketua Pelaksana Kegiatan, Devia Sherly, dialog yang melibatkan sejumlah politisi itu merupakan dialog politik kesekian kalinya di Kota Bogor.

Tujuannya tidak lain adalah agar terciptanya penyelenggaraan pemilu yang baik dan berkualitas.

"Tentu juga supaya mendorong pencapaian demokrasi yang sehat dengan melibatkan peran serta seluruh pemangku kepentingan," katanya dalam sambutannya.

Selain itu, kata dia, dengan diadakannya dialog politik tersebut diharapkan dapat memicu para calon pemimpin untuk mempunyai cara dalam memasarkan diri dan meraih dukungan publik secara sehat.

"Demokrasi membawa perbedaan pemimpin, yang dipilih oleh rakyat, calon pemimpin harus punya cara untuk memasarkan diri dan meraih dukungan publik, alokasi financial harusnya dialihkan bukan untuk praktik beli suara, tetapi menjadi praktik mempengaruhi persepsi publik agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung," pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help