Jadi Tulang Punggung di Usia Dini, Perjuangan Bocah 13 Tahun Penjual Es Ini Getarkan Hati

Tak hanya untuk makan, dicertitakan akun Facebook Eris Riswandi penjual es cilik itu juga mencari uang untuk sekolahnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho | Editor: Ardhi Sanjaya
Facebook
Anak jualan Es 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Linggga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jadi tulang punggung di usia yang sangat dini tentu bukan hal mudah.

Tanggung jawab, serta perasan keringat diperlukan demi menghidupi adik dan neneknya.

Penghasilannya tak besar.

Hanya dari es yang dijualnya, bocah 13 tahun ini selalu berharap bisa membawa pundi-pundi uang.

Baca: Dihitung Berulang Kali Tetap Kurang Seribu, Bisa Temukan Hitungan yang Benar ?

Tak hanya untuk makan, dicertitakan akun Facebook Eris Riswandi penjual es cilik itu juga mencari uang untuk sekolahnya.

Akun Eris mengunggah sejumlah foto yang menyentuh hati.

Baca: Terima Tantangan Tiga Langkah Mati, Pria Berlogat Batak Ini Bikin Penantang Catur Jantungan

Bocah lelaki berswiter cokelat dengan celana panjang biru menjadi objeknya.

Namanya Adit, dia menggoes sepeda dilengkapi termos hijau sebagai tempat menaruh es jualannya.

Facebook Ersi Riswandi
Facebook Ersi Riswandi ()

Adit disebut berjualan hingga larut malam.

Buat temen temen yang di daerah Cilincing, Jakarta Utara, tolong di beli Es adik ini ya.

Adik ini namanya Adit, usianya 13 tahun.

Dia sudah tidak mempunyai Ayah dan Ibu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved