TribunBogor/

Lapak Para Pedagang Hilang, Wisatawan Bukit Talaga Warna Puncak Mengeluh Tidak Ada Tempat Berteduh

Wisatawan mengeluh setelah saung-saung pedagang yang dulu berjejer di sana, kini sudah tidak ada.

Lapak Para Pedagang Hilang, Wisatawan Bukit Talaga Warna Puncak Mengeluh Tidak Ada Tempat Berteduh
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Bukit Telaga Warna 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA -- Wisatawan di Bukit Talaga Warna Puncak Pass Bogor keluhkan tidak adanya tempat untuk berteduh di tempat wisata tersebut.

Pasalnya, kawasan tersebut hampir seluruhnya merupakan perkebunan teh.

Di mana ketika terik matahari menyorot, wisatawan sulit untuk mencari tempat untuk berteduh.

Wisatawan mengeluh setelah saung-saung pedagang yang dulu berjejer di sana, kini sudah tidak ada.

Seperti yang dirasakan oleh wisatawan Cibubur Jakarta Timur, Dani (21), ia mengaku tempat tersebut berubah setelah beberapa waktu yang lalu ia mengunjunginya.

"Iya saya panas juga sih, kalo dulu terakhir saya ke sini banyak saung pedagang kan, sekarang udah pada gak ada," ujar Dani kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (26/8/2017).

Hilangnya saung-saung pedagang tersebut diakui oleh salah satu pedagang lesehan, Deti (47), ia mengaku bahwa ia tidak lagi membuka saung karena ia sudah dilarang oleh pemilik tempat tersebut.

Pantauan TribunnewsBogor.com, saung-saung yang dulunya berdiri kini hanya tinggal kayu-kayu yang ditumpuk dan dibungkus plastik ditambah terik matahari cukup tinggi menyoroti para pengunjung.

"Udah dua minggu, kita gak boleh buka saung, jadi kita gini aja lesehan," ujar Deti.

Padahal menurutnya, ia merupakan salah satu pekerja perkebunan teh yang sebelumnya sudah diperbolehkan berdagang di sana sejak lama untuk penghasilan tambahan.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help