TribunBogor/
Home »

Bogor

Bayar Pajak Tiap Bulan, Warga Puncak Bakal Bertahan Meski Rumahnya Dirubuhkan

Tapi setiap tahunnya ia kerap ditagih untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak 27 tahun yang lalu.

Bayar Pajak Tiap Bulan, Warga Puncak Bakal Bertahan Meski Rumahnya Dirubuhkan
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Lahan yang rencananya akan dibuatkan tempat relokasi PKL 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Rencana penertiban bangunan di Kampung Naringgul, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pekan depan masih mendapat penolakan warga.

Sebab, warga mengaku mereka sama sekali belum mendapatkan kejelasan tentang relokasi atau pun kompensasi dari penertiban.

Bahkan, salah satu warga Kampung Naringgul, Deden (57), mengaku akan bertahan di dalam rumahnya walau pun rumahnya dirubuhkan oleh petugas jika pemerintah belum juga mengambil kebijakan untuk warga kampung di lahan 1 Ha tersebut.

"Nanti tanggal 18 (penertiban, red), saya di sini aja lah, robohkan silahkan, sekalian bunuh aja saya, biar semua hancur, tolong dipikirkan dampaknya itu, kenapa pemerintah gak pernah ngajak ngomong, musyawarah," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (11/9/2017).

Ia mengaku bahwa rumahnya itu sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu namun statusnya tidak mempunyai izin mendirikan bangunan (IMB).

Tapi setiap tahunnya ia kerap ditagih untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sejak 27 tahun yang lalu.

"Mohon penjelasan, apakah ada ganti rugi, atau apa, karena saya bayar pajak PBB, walau IMB kita tidak punya. Pemerintah jangan pilih-pilih, rumah yang dari bawah status tanahnya sama dengan disini, kenapa kok kita dianaktirikan," katanya.

Sampai saat ini, Deden mengaku pihak pemerintah baru memberikan Surat Pemberitahuan (SP) 1 dan 2 dan ia mengaku masih bingung.

"Kami menolak karena tidak ada kejelasan, kita dipaksakan, saya tidak tahu anak istri saya harus bawa kemana nanti, atau bagaimana," katanya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help