TribunBogor/
Home »

News

» Sains

IPB Kembangkan Model Desain Kemasan Minuman Ringan Yang Bisa Menarik Konsumen

Industri ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan membuat persaingan industri juga semakin ketat dengan dengan adanya kompetitor baru.

IPB Kembangkan Model Desain Kemasan Minuman Ringan Yang Bisa Menarik Konsumen
Humas IPB
kemasan botol 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Industri minuman ringan atau ready-to- drink (RTD) memiliki potensi yang terus berkembang di Indonesia.

Besarnya potensi ini dikarenakan jumlah populasi penduduk Indonseia yang besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, proyeksi jumlah penduduk usia 20-29 tahun di tahun 2015 adalah 42.258.300 dan terus meningkat yaitu pada tahun 2035 diperkirakan 46.730.600 orang.

Hal ini menstimulasi kebutuhan minuman ringan yang terus meningkat setiap tahunnya.

Industri ini memiliki potensi untuk terus berkembang dan membuat persaingan industri juga semakin ketat dengan dengan adanya kompetitor baru.

Peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan penelitian tentang “Pengembangan Model Desain Kemasan Minuman Ringan Berbasis Kansei Engineering”.

Mereka adalah Azrifirwan, Taufik Djatna, M. Syamsul Ma’arif, Mirwan Ushada dan Endang Warsiki dari Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB.

“Salah satu upaya agar produk tetap diminati oleh konsumen dan memiliki daya tarik adalah inovasi desain kemasan. Daya tarik desain kemasan adalah kombinasi antara elemen visual dan elemen struktur. Yakni dapat mempengaruhi ekspektasi, persepsi dan kesukaan konsumen terhadap RTD. Karakteristik desain kemasan botol harus memperhitungkan kombinasi antara warna, tulisan, gambar dan juga bentuk kemasan,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima TribunnewsBogor.com.

Kombinasi pada desain akan membuat konsumen memiliki kata-kata ekspresi tersendiri untuk menggambarkan keinginan mereka.

Permasalahannya adalah proses desain kemasan saat ini cenderung kepada persepsi dan intuisi desainer, tidak menggunakan teknik
terukur yang dapat mengetahui persepsi konsumen serta memerlukan waktu lama.

“Hubungan persepsi konsumen dengan elemen desain tidak mudah untuk dilakukan, dimana memerlukan pemahaman khusus,” katanya.

Ia menambahkan, dibutuhkan sebuah pengembangan model desain kemasan yang mampu mengambarkan hubungan antara persepsi konsumen dan elemen-elemen desain.

Model yang dikembangkan diharapkan dapat menjadi pengetahuan dan sebagai salah satu metoda untuk menghasilkan desain kemasan inovasi.

Selain itu, model ini juga akan menyederhanakan proses menjadi lebih sederhana.

“Hasil penelitian ini telah berhasil mengembangkan model desain elemen pada kemasan minuman teh yang dapat menjadi referensi untuk inovasi desain kemasan. Penelitian ini juga dapat memberi nilai tambah untuk pengembangan desain kemasan bagi industri dan
UMKM untuk membuat desain yang menarik perhatian konsumen,” ujarnya.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help