TribunBogor/

Pengakuan Gadis Korban Perkosaan 40 Pria Bikin Warga Kampung Gelisah, Ada yang Ingin Bunuh Diri

Orangtua gadis itu adalah penyadap karet yang bekerja pada malam hari, sehingga terpaksa meninggalkan korban pada malam harinya.

Pengakuan Gadis Korban Perkosaan 40 Pria Bikin Warga Kampung Gelisah, Ada yang Ingin Bunuh Diri
THE NATION/ASIA NEWS NETWORK
Rumah di provinsi Phang Nga dimana korban tinggal, yang kini kosong setelah keluarga dievakuasi karena ketakutan akan keselamatan mereka. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Nahas menimpa seorang siswi berusia 15 tahun.

Menurut pengakuannya, siswimalang itu telah diperkosa oleh 40 pria di kampungnya sendiri.

Dikutip dari The Star, polisi telah mengidentifikasi 11 tersangka dalam dugaan pemerkosaan terhadap korban, dan jumlah itu terus bertambah selama proses penyidikan berlangsug.

Korban mengaku ia telah diperkosa sebanyak 40 pria sejak tahun lalu.

Dan, diduga para pelakunya adalah warga di kampungnya di desa Ban Koh Raed yang sepi di distrik Takua Thung Phang Nga, Thailand.

Baca: 3 Video Janda Seksi Berkeringat Bareng Trainer Ganteng, Puji Warna Pakaian Pria yang Sudah Beristri

"Warga lokal siap untuk bekerja sama dengan polisi," kata Yuttanakorn Juanjenkij, seorang pejabat pemerintahan di Tambon Loryoong, di tengah laporan tentang masyarakat setempat yang prihatin mengenai berita negatif yang mempengaruhi desa mereka.

Ban Koh Raed dihuni sekitar180 orang, dengan beberapa warga mengungkapkan penyesalan soal kabar adanya 40 orang yang telah memperkosa gadis di bawah umur.

Hal itu berarti seperlima penduduk dari desa itu menjadi pelakunya.

Baca: Suami Pernah Akui Berhubungan Intim dengan Mantan, Pesinetron Cantik Ini Sedang Program Bayi Kembar

"Pikirkan tentang anak-anak yang tinggal di desa. Mereka merasa stres karena orang berpikir berarti ayah mereka mungkin tersangka," kata Yuttanakorn.

"Penduduk lokal di sini umumnya dekat, sangat sulit bagi mereka untuk percaya bahwa kejahatan skala besar semacam itu bisa terjadi di lingkungan mereka." ungkapnya.

Keluarga tersebut dilaporkan telah menghadapi pelecehan dan ancaman dari anggota masyarakat setempat.

Orangtua gadis itu adalah penyadap karet yang bekerja pada malam hari, sehingga terpaksa meninggalkan korban pada malam harinya.

Dalam laporannya, gadis itu pertama kali diperkosa oleh seseorang yang tak dikenal yang merangsek masuk ke rumahnya pada malam hari.

Ia kemudian diseret ke gubuk kemudian dibius dan diperkosa oleh banyak pelaku.

Dia menambahkan bahwa orang yang tinggal di tempat lain sekarang melihat Ban Koh Raed secara negatif.

Yuttanakorn mengatakan bahwa penduduk desa pasti akan bekerja sama dalam penyelidikan tersebut meski mereka merasa waswas dengan skandal tersebut.

Baca: Wanita Ini Mengeluh Tidak Bisa Bercinta, Saat Diperiksa Dokter Kaget Temukan Ini Pada Organ Intimnya

Chanon Abdullah, yang bekerja untuk cabang Muslim for Peace Foundation di Phuket, mengatakan bahwa jumlah pemerkosa yang diduga didasarkan pada kesaksian korban.

"Dia sekarang sangat rapuh secara emosional. Dia merasakan depresi ketika harus menceritkan kembali tentang apa yang telah ia alami," kata Chanon.

Dia menambahkan bahwa yayasannya telah membantu korban dan keluarganya sejak bulan Juni.

Korban berdiam diri selama berbulan-bulan karena kawatir akan keamanan keluarganya.

Dia tinggal dengan adik laki-lakinya, ibu dan ayah tirinya.

Setelah ibunya mengajukan keluhan kepada polisi terhadap tiga tersangka pertama, pejabat Kementerian Pembangunan Sosial dan Keamanan Manusia membantu keluarga tersebut untuk pindah ke luar desa.

Chanon mengatakan bahwa gadis itu telah diwawancarai oleh tim multi-disiplin.

Sementara itu, Manit Pienthong, seorang pejabat senior pemerintah provinsi Phang Nga, didampingi oleh jaksa penuntut umum, pejabat peradilan dan kepala distrik Takua Thung, telah mengunjungi Ban Koh Raed untuk memberikan konseling sosial dan memfasilitasi penyelidikan.

Dr Hataichonnanee Booncharoen, direktur Southern Institute of Child and Adolescent Mental Health, mengatakan bahwa para pejabat telah melakukan pemeriksaan kondisi psikologis warga desa.

"Beberapa memiliki gejala ringan seperti stres, kegelisahan dan insomnia," katanya.

"Tapi yang lain memiliki masalah serius seperti pikiran untuk bunuh diri," ungkapnya.

Hataichonnanee mengatakan orang-orang dengan kecenderungan bunuh diri perlu mendapat perawatan segera.

Baca: Masukkan Singkong Berbalut Kondom ke Organ Intim, Nasib Wanita Ini Mengenaskan

Seorang pria berusia 57 tahun yang mengatakan bahwa dia termasuk di antara delapan tersangka baru yang disebutkan dalam skandal tersebut, namun ia mengelak atas tuduhan itu.

"Saya sama sekalia tak pernah menyentuhnya," katanya.

Dia menambahkan bahwa tuduhan tersebut telah menyebabkan dia mengalami sejumlah besar tekanan.

"Saya juga merasa sangat buruk, mengingat bahwa saya selalu memberikan bantuan kepada keluarganya," terangnya.

Juru bicara kepolisian Pol Korintus Krissana Pattanacharoen mengatakan bahwa polisi sedang dalam proses untuk mencari surat perintah penangkapan untuk tersangka tambahan, setelah lebih banyak diidentifikasi.

Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help