TribunBogor/
Home »

Metro

Kisah Pejuang Tampan Asal Kota Bogor, Bagikan Baju Untuk Temannya Dan Katakan Ini Sebelum Gugur

Bahkan menurut Rosidah pernah sewaktu waktu saat ada Belanda menggeledah orangtuanya sempat ketakutan karena adanya senjata di dalam rumah.

Kisah Pejuang Tampan Asal Kota Bogor, Bagikan Baju Untuk Temannya Dan Katakan Ini Sebelum Gugur
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Tijan Bin Syairin, pejuang asal Kota Bogor yang gugur di usia 18 tahun 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Pemberani, itulah sosok yang menggambarkan pemuda asal Cimanggu yang gugur saat berjuang melawan penjajah.

Diusianya yang masih menginjak umur 12 tahun, Tijan Bin Haji Syairin sudah berani ikut berjuang melawan penjajah yang menduduki kawasan Bogor.

Meski hanya menggunakan bambu runcing dan senjata seadanya namun itu tidak membuatnya menyerah kepada penjajah.

Tijan yang wafat di usia 18 tahun memiliki kenangan yang berharga dan membanggakan bagi keluarganya.

Rosidah (68) adik bungsu Tijan menceritakan bahwa kegigihan dan keberanian kakaknya itu selalu teringat olehnya dan sering diceritakan oleh sang ayah Haji Syairin.

Menurut Rosidah, Kakak Kelimanya itu memiliki jiwa sosial dan keberanian yang kuat.

Meski sudah diperingatkan untuk tidak ikut berperang karena usianya yang masih remaja, namun Tijan tetap ikut dalam peperangan melawan penjajah khusunya tentara Nica pada masa itu.

"Bapak sama ibu sudah berapa kali bilang tapi ia (Tijan) selalu ingin ikut, awalnya itu umur 12 tahun dia mulai ikut berrempur, bahkan dia itu pernah sampai mencuri senjata hasil peperangan," katanya.

Rosidah menambahkan selain menggunakan bambu runcing, Tijan juga berperang meggunakan sejata yang diambilnya dari tentara penjajah.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help