TribunBogor/
Home »

Metro

Usmar Hariman Sebut Pembangunan Apartemen di Stasiun Bogor Tak Sesuai Aturan Tata Ruang

Di dalam kawasan tersebut, Waskita Karya Realty juga akan membangun hunian berupa apartemen sebanyak 8 menara setinggi 18 lantai.

Usmar Hariman Sebut Pembangunan Apartemen di Stasiun Bogor Tak Sesuai Aturan Tata Ruang
Tribunnewsbogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Trotoar jalan di sebrang pintu keluar Stasiun Bogor kembali menjadi lahan parkir liar, Senin (11/4/2016). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBHNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman tidak setuju adanya rencana pembangunan kawasan berkonsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Bogor

PT Waskita Karya Realty dengan PT KAI akan membangun kawasan TOD hingga hunian berupa apartmen guna menata kawasan Stasiun Bogor seperti memaksimalisasi penggunaan angkutan massal.

Di dalam kawasan tersebut, Waskita Karya Realty juga akan membangun hunian berupa apartemen sebanyak 8 menara setinggi 18 lantai.

"Saya orang yang tidak setuju kawasan stasiun bogor dijadikan pusat pertumbuhan, kalau lah kawasan stasiun di kembangkan adalah sangat-sangat melanggar tataruang yang ada," ucap Usmar melalui pesan media WhatsApp, Rabu (13/9/2017).

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bogor tahun 2011-2031 Stasiun Bogor masuk ke dalam wilayah pelayanan (WP) A.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor dan Rencana Pembangunan Halte Sukaresmi Kota Bogor di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/9/2017)
Penandatanganan Nota Kesepahaman Sinergi TOD Kawasan Stasiun Bogor dan Rencana Pembangunan Halte Sukaresmi Kota Bogor di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (11/9/2017) (Arimbi Ramadhiani)

WP A meliputi kegiatan perdagangan, kegiatan perkantoran, kegiatan MICE (meeting, insentif convention, exibhition), pengembangan terminal agribisnis, dan perumahan kepadatan rendah. Juga, meliputi pengendalian perkebangan kegiatan perdagangan dan jasa, revitalisasi kawasan stasiun Bogor dan sekitarnya, serta peremajaan kawasan permukiman.

"Artinya kawasan stasiun harus dipegang kokoh tidak boleh dilanggar, kalau ini dipaksakan maka kawasan stasiun akan menjadi kawasan terparah di kota bogor, tanpa rencana yang ada, kondisi saat ini aja sudah sangat krodit," jelasnya.

Lebih jauh orang nomor dua di Kota Bogor itu menerangkan bahwa sebetulnya hal yang dibutuhkan saat ini adalah penataan kawasan dengan optimalisasi fungsi-fungsi yang telah ada.

"Jadi yang paling ideal itu adalah kawasan Sukaresmi," katanya.

Malah menurut politis Demokrat tersebut, Pemerintah Kota Bogor masih memiliki pengalaman pahit dengan PT KAI.

"KAI ini terlalu diberi ruang tapi ga pernah komit , misal MoU Sukaresmi , Pemkot sudah berkorban banyak eh akhirnya Pemda yang putuskan MoU, ini pelajaran pahit," tandas Usmar.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help