TribunBogor/
Home »

Metro

Penderita Kanker Serviks di Kota Bogor Tinggi, Dinkes Sarankan Warga Lakukan IVA Test

deteksi dini atau pencegahan kanker serviks sangat diperlukan. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan IVA test

Penderita Kanker Serviks di Kota Bogor Tinggi, Dinkes Sarankan Warga Lakukan IVA Test
Net
Ilustrasi Kanker Serviks 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Angka penderita kanker di Kota Bogor rupanya cukup tinggi.

Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, tercatat ada sebanyak 728 penderita kanker di Kota Bogor pada tahun 2016.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah mengatakan dari angka pengidap kanker itu diantaranya mengalami kanker leher rahim atau kanker serviks.

"Berdasarkan data yang ada, saat ini ada sebanyak 41 orang penderita kanker serviks," katanya kepada wartawan.

Dia berujar bahwa, jumlah tersebut masih dapat meningkat, mengingat masih banyak warga Kota Bogor yang tidak melapor ataupun belum melakukan deteksi dini kanker.

"Masih banyak penderita yang tidak merasakan ataupun mengetahui gejala dari kanker serviks. Seperti seringnya mengalami keputihan yang berbau dan jika berhubungan merasakan sakit," jelasnya.

Lebih jauh Rubaeah mengatakan, deteksi dini atau pencegahan kanker serviks sangat diperlukan. Hal itu dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) untuk mengetahui sedini mungkin gejala kanker serviks.

“Gejala-gejala awal sering juga dianggap biasa atau ada juga yang malu untuk memeriksakannya,” ujarnya.

Tak ayal, sering ditemukan penderita yang kondisinya sudah memprihatinkan karena baru mengetahuinya saat sudah stadium dua atau tiga.

Padahal, kata dia, kanker serviks jika sudah mencapai stadium dua dan tiga kemungkinan untuk sembuhnya sulit atau paling bisa hanya bertahan.

“Dengan melakukan pemeriksaan IVA test bisa diketahui lebih dini. Jika ada gejala awal bisa langsung diobati dengan cara Cryo dan akan terus dimonitor lalu dirujuk ke rumah sakit agar dapat penanganan sedini mungkin agar jangan sampai parah,” pungkasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help