TribunBogor/

Mengharukan ! Pemuda Pedagang Cilok Ini Selalu Sempatkan Ngaji Al-Qur'an, Hafal 25 Juz

Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak

Mengharukan ! Pemuda Pedagang Cilok Ini Selalu Sempatkan Ngaji Al-Qur'an, Hafal 25 Juz
Facebook

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Siapa yang tak bergetar hatinya melihat sosok pria ini yang sehari-harinya tak jauh ari Al-@ur'an.

Ya, dia lah Ahmad Arifin, seorang pemuda pedagang cilok yang rajin mengaji Al-Qur'an d isebuah masjid.

Kabar tersebut awalnya dibagikan pengguna akun Facebook bernama Hasanuddin Madjedie Hasnuddin Madjedie.

Ia mengunggah foto Ahmad Arifin saat mengaji di dalam masjid di Pasuruan, Jawa Timur.

Berikut kisah lengkapnya :

Baca: Rasakan Sakit Luar Biasa Setelah Lahirkan Bayi Kembar, Ibu Kaget Lihat Ini Mengintip di Organ Intim

"#TERNYATA SEORANG PEMUDA PENJUAL PENTOL INI SUDAH HAFAL AL-QUR'AN 25 JUZ#

Masya Allah, Alahamdulillah..tepat selasa malam 25 Al Muharram 1438 H / 25 Oktober 2016 M pukul 21.10 wita.di depan rumah sakit ansari saleh banjarmasin pemuda penjual pentol ini berjualan di depan pagar rumah sakit..sungguh Allah maha baik saya bisa dipertemukan kembali dengan anak pemuda penjual pentol ini..saya pun mampir dan mendatangi beliau untuk membeli beberapa pentol nya..alhamdulillah pentol anak muda ini termasuk enak.seiring dengan membeli ini saya ajak bicara anak muda ini ternyata sangat mengharukan dan saya pun terdiam..bagaiman tidak terdiam anak muda penjual pentol ini bernama : Ahmad Arifin, Usia dia 16 tahun dia pernah pondok(Santri) di sidogiri pasuruan yang membuat saya terdiam dan malu dengan diri sendiri anak muda penjual pentol ini sudah"HAFAL AL QUR'AN 25 JUZ..

Allahu Akbar Akbar...saat itu saya langsung terdiam dan hampir menangis..

Melihat seorang anak muda,yang berpakaiaan nya biasa biasa saja bahkan seperti pakaiaan preman dan juga seorang penjual pentol gerobak..namun ternyata Masya Allah dia penghafal Al Qur'an sudah 25 Juz dan pernah jadi santri dipondok..

Halaman
1234
Penulis: Yudhi Maulana Aditama
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help